Comscore Tracker

Mobil Listrik Datang, SPBU Siap-siap Tergusur  

Karena mobil listrik tidak membutuhkan bensin

Jakarta, IDN Times - Tren mobil listrik tidak hanya akan mengubah cara kita berkendara, tapi juga merombak peta bisnis otomotif. Sebab banyak hal baru yang dibawa mobil listrik.

Salah satu yang akan tergusur begitu mobil listrik datang adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Keberadaan SPBU akan digantikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).  

1. Populasi mobil listrik terus tumbuh

Mobil Listrik Datang, SPBU Siap-siap Tergusur  hyundai.com

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan kehadiran mobil listrik akan membuka peluang baru, salah satunya bisnis SPKLU. Prospek bisnis ini lumayan menggiurkan karena populasi mobil listrik akan terus tumbuh.

“Tren kendaraan listrik membuka ruang dan peluang investasi baru di sektor pendukung transportasi. PLN yang mendukung gaya hidup kekinian yang ramah lingkungan dengan penggunaan peralatan elektrik, mengajak para pelaku usaha memanfaatkan peluang ini,” kata Bob seperti dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Sama-sama Mobil Listrik, Ini Perbedaan Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona

2. Penjualan mobil listrik naik terus

Mobil Listrik Datang, SPBU Siap-siap Tergusur  hyundai.com

Minat masyarakat terhadap mobil listrik nyatanya memang naik terus. Pada 2020 tercatat penjualan mobil listrik naik 46 persen. Sementara pada saat bersamaan penjualan mobil konvensional turun hingga 14 persen.

Riset juga menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik berada di atas rata-rata keinginan warga negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan roadmap yang disusun Kementerian ESDM, potensi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor dengan 31.859 unit SPKLU. Jumlah kendaraan listrik ini diharapkan bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kilo liter pada tahun tersebut.

3. Indonesia memproduksi mobil listrik mulai 2022

Mobil Listrik Datang, SPBU Siap-siap Tergusur  (Ilustrasi PT Hyundai Engineering & Construction) Yonhap

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan Indonesia akan memproduksi mobil listrik paling lambat Mei 2022.

Bahlil menjelaskan produksi mobil listrik itu merupakan investasi Hyundai senilai 1,55 miliar dolar AS (setara Rp21 triliun) yang ditandatangani pada November 2019. Meski pandemi COVID-19 melanda sejak 2020, namun perusahaan asal Korea Selatan itu mampu untuk tetap merealisasikan investasi mereka.

Baca Juga: 3 Mobil Listrik Garapan Wuling 

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya