Comscore Tracker

Rifat Sungkar: Touring Gak Perlu Pengawalan Polisi dan Lampu Strobo 

Karena lampu strobo dan pengawalan bukan untuk touring

Jakarta, IDN Times - Salah satu aktivitas di dunia otomotif yang paling menyenangkan adalah touring. Sebab, selain bisa mengetahui karakter mobil atau motor secara lebih mendalam, touring juga bisa mempererat persahabatan, loh.

Hanya saja ada beberapa anak touring yang sering kali berlaku arogan di jalanan sehingga muncul asumsi miring, bahkan negatif, di masyarakat. Nah, berikut beberapa tip touring dengan mobil dari Rifat Sungkar biar touring aman dan mendapat simpati dari pengguna jalan lain.

Oya, Rifat Sungkar adalah pembalap Indonesia sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Motors. IDN Times sempat touring bareng Rifat saat menjajal mobil-mobil Mitsubishi dari Surabaya menuju Banyuwangi pada 2-4 Februari 2020.

1. Peserta touring maksimal 12 mobil

Rifat Sungkar: Touring Gak Perlu Pengawalan Polisi dan Lampu Strobo Dok. IDN Times/Mitsubishi

Rifat mengatakan touring harus dipimpin oleh road captain atau orang yang paling mengetahui rute, escape plan, dan harus bisa mengatur kecepatan peserta touring secara konstan.

Satu road captain maksimal hanya boleh memimpin 10 mobil dan tidak boleh lebih dari 12 mobil. Pembatasan mobil diperlukan agar road captain bisa memantau setiap peserta touring.

“Road captain harus selalu berkendara dalam kecepatan konstan,” kata Rifat seperti dikutip dari laman resmi Mitsubishi.

2. Peserta touring tidak boleh berbaris dalam satu garis lurus

Rifat Sungkar: Touring Gak Perlu Pengawalan Polisi dan Lampu Strobo Dok. IDN Times/Mitsubishi

Rifat juga menyarankan agar peserta touring tidak melaju dalam satu garis lurus, melainkan harus satu ke kanan dan satu ke kiri.

"Paling tidak setengah bodi mobil ke kanan, kemudian di belakangnya setengah bodi ke kiri," kata Rifat.

Formasi setengah zig zag ini penting karena jika terjadi pengereman mendadak, masing-masing peserta masih bisa melakukan manuver ke kanan dan ke kiri.

3. Gak perlu pengawalan atau lampu strobo

Rifat Sungkar: Touring Gak Perlu Pengawalan Polisi dan Lampu Strobo Dok. IDN Times/Mitsubishi

Rifat juga menyarankan agar peserta touring tidak menggunakan lampu strobo. Bahkan Rifat juga melarang menggunakan pengawalan dari polisi.

“Pengawalan itu hanya untuk rombongan VIP saja, untuk komunitas atau masyarakat umum seharusnya tidak ada yang namanya pengawalan,” kata Rifat.

Apalagi, Rifat melanjutkan, masyarakat Indonesia sangat sensitif terhadap rombongan konvoi di jalan raya.

Selain itu Rifat juga sangat tidak menyarankan peserta touring menyalakan lampu hazard. Sebab lampu hazard tidak diperuntukkan untuk konvoi.

4. Batas kecepatan tidak lebih dari 80 kpj

Rifat Sungkar: Touring Gak Perlu Pengawalan Polisi dan Lampu Strobo Dok. IDN Times/Mitsubishi

Untuk kecepatan, Rifat menyarankan peserta konvoi tidak melaju lebih dari 80 kpj di jalan tol. Sementara di jalan raya, kecepatan ideal adalah 40-50 kpj.

Selain kecepatan maksimal, hal lain yang penting diperhatikan adalah jarak antara satu peserta dengan peserta touring lain. Jarak aman antar mobil sesuai aturan adalah 3 detik.

Baca Juga: Test Drive Xpander Cross, Benarkah Setangguh dan Senyaman Iklannya?

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya