Comscore Tracker

First Drive Wuling Air ev, Mode Sportnya Bikin Ketagihan!

Sayang nih belum bisa dicoba jauh-jauh.

Jakarta, IDN Times - Setelah hari pertama GIIAS 2022 resmi dirilis, akhirnya jurnalis IDN Times mendapatkan kesempatan mencoba mengendarai mobil listrik pertama Wuling, Air ev, pada Kamis (18/8/2022). Penulis mendapatkan kesempatan mencoba mobil berukuran kompak ini, bersama beberapa jurnalis lain.

Kegiatan first drive Wuling Air ev ini dilakukan masih di sekitaran BSD, Tangerang, tepatnya di sebuah kompleks mewah. Sebelum memulai mengendarai Air ev, pihak Wuling memberikan instruksi lewat video mengenai cara mengoperasikan mobil listriknya ini.

Ternyata, kunci keyless berbentuk prisma Wuling Air cukup dikantongi saja oleh pengemudi dan langsung masuk ke dalam mobil. Begitu berada di dalam mobil, panel instrumen dan head unit akan otomatis menyala ketika rem diinjak. Jadi, gak ada yang namanya tombol starter atau semacamnya.

Baca Juga: Selisih Rp57 Juta, Ini Perbedaan Kedua Varian Wuling Air ev

1. Wuling Air ev yang dicoba tipe tertinggi

First Drive Wuling Air ev, Mode Sportnya Bikin Ketagihan!Wuling Air ev yang dites tipe Long Range (IDN Times/Fadhliansyah)

Oya, varian yang dijajal penulis kali ini ialah yang tertinggi yaitu Long Range. Masuk ke dalam Wuling Air ev memang terasa modern dengan ukuran kabin yang cukup kompak, terutama untuk penulis yang punya tinggi badan 181 cm.

Pengaturan bangku untungnya bisa dilakukan dengan cukup leluasa, hanya saja pengaturan setirnya cuma tilt saja tanpa teleskopik. Rasanya saat pertama kali melaju dengan mobil ini, seperti sedang mengendarai mobil LCGC (Low Cost Green Car) karena dimensi mobil yang kecil dengan panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm.

Mobil listrik ini memiliki tiga mode berkendara yang bisa diganti lewat tombol di sebelah pengaturan AC, ada Eco, Normal, dan Sport. Yang dicoba penulis pertama kali ialah mode Eco, yang walaupun torsinya instan selayaknya sebuah kendaraan listrik, masih ada respons yang sedikit lambat yang penulis rasakan di awal.

2. Mode sportnya bikin ketagihan

First Drive Wuling Air ev, Mode Sportnya Bikin Ketagihan!Fitur AVH di tes saat melewati tanjakan (IDN Times/Fadhliansyah)

Tapi saat beralih ke mode Normal, hal itu sudah mulai tidak terasa lagi dan mobil terasa responsif. Apa lagi ketika beralih ke mode sport, mobil terasa sangat ringan hanya dengan sedikit menginjak pedal gas saja jambakannya langsung terasa, nagih!

Tapi tentu saja penulis gak bisa mendapatkan kecepatan maksimal, mengingat treknya yang terbatas dan pengetesan dilakukan di dalam kompleks. Dari percobaan penulis, kecepatan yang bisa didapatkan di angka 65 km/jam sampai 69 km/jam.

Baca Juga: Wuling Gulirkan Promo Wuling Service Hemat, Diskon hingga 20 Persen

3. Radius putar Wuling Air ev kecil banget!

First Drive Wuling Air ev, Mode Sportnya Bikin Ketagihan!Radius putar Wuling Air ev kecil banget (IDN Times/Fadhliansyah)

Wuling juga menyiapkan beberapa rintangan bagi para jurnalis, untuk menjajal fitur Automatic Vehicle Hold (AVH) dan kelincahan Air ev. Saat melewati sebuah tanjakan buatan kecil, penulis berhenti di tengah-tengah tanjakan tanpa memakai rem tangan elektrik untuk mengetes AVH.

Hasilnya, mobil berhasil berhenti dengan sempurna di tanjakan tersebut, dan cukup menginjak pedal gas lagi maka mobil bisa langsung melaju.

Setelah itu, rintangan selanjutnya ialah melewati cone secara zig-zag. Di sini baru sangat terasa kalau radius putar Wuling Air ev luar biasa kecil, mudah saja melahap sebuah U-Turn kecil dan melewati cone secara zig-zag yang dipasang dengan jarak cukup berdekatan. So far, penulis merasakan Wuling Air ev ini cocok untuk penggunaan harian di dalam perkotaan. Terutama mengingat harganya yang ada di bawah Rp300 juta dan bisa dipakai sejauh 300 kilometer.

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya