Comscore Tracker

Isi Angin Biasa atau Nitrogen? Cek Untung Ruginya di Sini 

Ban lebih awet dan tetap stabil dengan nitrogen

Jakarta, IDN Times - Saat ini banyak orang mulai mengisi ban mereka dengan nitrogen. Sebab nitrogen dianggap lebih berfaedah dibandingkan angin biasa. Tapi benarkah demikian atau hanya sekadar mitos belaka?

Beberapa sumber menyebutkan penggunaan nitrogen memang lebih baik dibandingkan angin biasa. Ada beberapa keuntungan jika kamu mengisi ban dengan nitrogen, nah berikut beberapa nilai plusnya. 

1. Ban lebih awet dan tahan lama

Isi Angin Biasa atau Nitrogen? Cek Untung Ruginya di Sini instagram.com/aceitdriving

Udara bebas yang sering kita hirup selama ini ada nitrogennya dan ada juga oksigen. Perlu kalian ketahui bahwa Oksigen memiliki pori-pori lebih kecil ketimbang pori-pori karet ban. Sehingga jika kita biarkan saja selama seminggu, oksigen akan keluar.

Nah, Nitrogen ini lebih bagus dibandingkan angin biasa karena tidak mudah keluar dari karet ban. Tidak seperti gas oksigen yang mudah keluar dari ban walaupun hanya sedikit demi sedikit.

Jika kalian menggunakan gas nitrogen pada ban, temperatur ban akan tetap terjaga. Bila kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi, dengan ban yang berisi nitrogen, temperatur ban tidak naik terlalu tinggi. Ban akan tetap dingin dan dengan suhu yang dingin, ban akan lebih awet.

Kalian mungkin belum banyak yang tahu kalau musuh utama ban adalah suhu yang panas. Saat suhu ban panas, karet akan menjadi empuk dan menjadi lebih cepat tergesek lalu lapisan di dalam bisa terpisah, sehingga akan menjadi lebih cepat rusak.

Nitrogen sekarang mudah didapat dari bengkel atau di SPBU umumnya punya kadar oksigen juga, walaupun tidak begitu banyak. Meski mengandung oksigen, gas nitrogen lebih baik karena tidak mudah keluar dari ban.

Jadi tingkat kebocoran menjadi lebih rendah dan ban akan lebih aman digunakan. Jadi, kalian jangan ragu lagi untuk berganti alih ke nitrogen untuk ban.

Baca Juga: Ciri-ciri Ban Mobil Kempes, Jangan Anggap Angin Lalu!

2. Tekanan ban tetap stabil

Isi Angin Biasa atau Nitrogen? Cek Untung Ruginya di Sini IDN Times/IDN Times

Dengan menggunakan nitrogen, tekanan angin ban cenderung lebih stabil dibanding angin biasa. Hal ini disebabkan partikel molekul nitrogen lebih besar dari molekul angin biasa, sehingga angin sulit untuk keluar dari pori-pori ban. Nitrogen ini murni tanpa kandungan air, membuat tekanan ban akan lebih stabil.

Dengan butiran nitrogen lebih besar dari angin biasa, angin nitrogen tak mudah cepat berkurang. Hal ini memengaruhi laju kendaraan yang membuat kendaraan apa pun lebih hemat bahan bakar. Sebab tekanan angin yang kurang dapat menghambat laju kendaraan sehingga membutuhkan tenaga mesin lebih besar dan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar.

Jika tekanan angin pada ban terbilang sangat optimal, maka tapak ban akan menempel lebih sempurna di permukaan jalan sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit sekitar 3,3 persen.

3. Ban terasa lebih ringan

Isi Angin Biasa atau Nitrogen? Cek Untung Ruginya di Sini unsplash.com/@danip15

Saat ban diisi dengan angin biasa, akan terasa lebih berat karena terjadi proses pemuaian di dalam ban. Sementara kalau diisi dengan angin nitrogen, ban akan terasa lebih ringan.

Pada angin biasa ada kandungan airnya, saat panas air akan menguap. Ban jadi lebih penuh dan pastinya lebih berat, makanya sering terjadi pecah ban. Nitrogen tanpa kandungan air, membuat tekanan ban akan lebih stabil digunakan saat berkendara.

4. Keselamatan lebih terjamin

Isi Angin Biasa atau Nitrogen? Cek Untung Ruginya di Sini Ban Mobil (IDN Times/Dwi Agustiar)

Tekanan angin pada ban yang terbilang sangat optimal, maka tapak ban akan menempel lebih sempurna di permukaan jalan. Keselamatan lebih terjamin, tidak perlu takut ban meledak di jalan

Dengan menggunakan nitrogen maka suhu udara dalam ban akan lebih stabil, tidak naik turun, sehingga ban juga terhindar dari risiko meletus akibat kepanasan. Bagi kendaraan yang disimpan dalam jangka waktu cukup lama, udara nitrogen dapat bertahan selama satu hingga tiga minggu lebih lama dibanding angin biasa

Tapi perlu kalian ingat ya, kalau ingin beralih dari angin biasa ke nitrogen, sebaiknya kuras dulu angin yang lama, pastikan sudah tidak ada angin yang tersisa, kemudian baru diisi dengan angin nitrogen. Okay?

Baca Juga: Mobil-mobil Korea di Bawah Rp50 Juta, Biar Bekas Tapi Masih Berkelas! 

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya