Comscore Tracker

3 Komponen Mobil Ini Ternyata Bisa Didaur Ulang, Apa Saja Ya?

Aki jadi komponen yang paling banyak didaur ulang

Jakarta, IDN Times - Mobil terdiri atas banyak komponen yang terbuat dari bahan berbeda-beda. Komponen-komponen mobil punya masa 'hidup'-nya masing-masing.

Ada komponen mobil dari bahan berbahaya yang bisa membahayakan lingkungan jika dibuang dengan tidak bertanggung jawab saat diganti.

Ini salah satunya karena pemilik kendaraan belum tahu bahwa ada komponen mobil yang sebenarnya bisa didaur ulang.

Berikut komponen-komponen mobil yang  punya sifat bisa didaur ulang!

1. Ban mobil

3 Komponen Mobil Ini Ternyata Bisa Didaur Ulang, Apa Saja Ya?unsplash.com/Robert Laursoo

Ban bekas adalah sumber daya yang berharga bagi banyak dealer barang bekas. Ada banyak hal yang bisa dibuat dari ban bekas.

Salah satunya adalah untuk membuat bahan bakar yang dikenal dengan sebutan Tire-derived fuel (TDF). Ban bekas juga bisa didaur ulang menjadi rumput sintetis.

Karet ban bisa dilebur dan diubah menjadi roda kastor, roda mesin pemotong rumput, atau didaur ulang menjadi karet gelang, sabuk otomotif, dan bahan aspal.

Baca Juga: 5 Alasan Ban Mobil Cepat Aus, Bisa Meletus di Tengah Jalan Loh! 

2. Aki mobil

3 Komponen Mobil Ini Ternyata Bisa Didaur Ulang, Apa Saja Ya?flickr.com/dmchenry99

Aki mobil mengandung bahan kimia beracun yang dapat merusak lingkungan jika tidak dibuang dengan benar. Sebagian besar aki yang sudah tidak terpakai dikembalikan ke dealer atau ke toko tempat membeli aki baru.

Nantinya, aki yang sudah tidak terpakai tersebut menjalani proses daur ulang di fasilitas khusus. Plastik dan timah yang menjadi komposisi aki didaur ulang menjadi bahan pembuatan aki baru.

Karenanya, aki bisa dibilang adalah komponen mobil yang paling banyak didaur ulang.

3. Oli mobil

3 Komponen Mobil Ini Ternyata Bisa Didaur Ulang, Apa Saja Ya?iselinc.com

Oli yang dimasukkan ke dalam mesin kendaraan harus diganti secara berkala karena oli menjadi kotor.

Ketika mengganti dan membuang oli bekas, pemilik kendaraan harus membuangnya secara bertanggung jawab. Kalau tidak, oli kendaraan bisa mencemari tanah, sungai, dan air tanah.

Pemilik kendaraan bisa membuang oli bekas ke dalam suatu wadah dan membawanya ke pusat daur ulang.

Jika mengganti oli di bengkel, bengkel biasanya akan menampungnya ke dalam tangki besar dan dikirim ke fasilitas pengolahan khusus.

Baca Juga: Oli Mesin Motor Cepat Habis? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya