Comscore Tracker

Motor Bermesin di Atas 250 cc Dilarang Pakai Pertalite, Ini Sikap IMI

Coba cek, motor kamu termasuk yang dilarang enggak?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah mulai membatasi pembelian Pertalite dan Solar mulai 1 Juli 2022. Salah satu caranya dengan menggunakan aplikasi MyPertamina dalam setiap pembelian bahan bakar bersubsidi. 

Nantinya pengguna mobil bermesin di atas 2000 cc tidak akan bisa membeli Pertalite atau Solar. Selain itu pemerintah juga berencana melarang motor bermesin di atas 250 cc menggunakan pertalite. Sebab motor jenis ini termasuk kendaraan mewah yang tidak layak mendapatkan subsidi.

Larangan bagi mobil di atas 2000 cc dan motor di atas 250 cc menggunakan Pertalite ini merupakan usulan Badan Pengatur hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

1. IMI mendukung regulasi pemerintah

Motor Bermesin di Atas 250 cc Dilarang Pakai Pertalite, Ini Sikap IMIIDN Times/Siti Nurhaliza

Menanggapi rencana motor di atas 250 cc dilarang menggunakan Pertalite, Direktur Mobilitas Sepeda Motor Ikatan Motor Indonesia (IMI) M. Joel Deksa Mastana mengatakan kalau IMI mengikuti aturan dari pemerintah tersebut.

"IMI mendukung pemerintah, kalau memang pemerintah akan menerapkan aturan seperti itu sah-sah saja," kata Joel saat dihubungi IDN Times (5/7/2022).

Baca Juga: Daftar Mobil yang Dilarang Pakai Pertalite, Berlaku September?  

2. Pembelian Pertalite dan Solar pakai aplikasi MyPertamina

Motor Bermesin di Atas 250 cc Dilarang Pakai Pertalite, Ini Sikap IMIFoto Pertamina

Walaupun usulan soal larangan pembelian untuk mobil di atas 2.000 cc dan motor di atas 250 cc masih sekadar usulan, tetapi pemerintah sudah mulai membatasi penjualan kedua bahan bakar bersubsidi itu.

Soalnya, masyarakat yang ingin membeli Pertalite atau Solar harus mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi MyPertamina atau bisa juga lewat laman subsiditepat.mypertamina mulai 1 Juli 2022

3. Efek pakai bensin di bawah spesifikasi

Motor Bermesin di Atas 250 cc Dilarang Pakai Pertalite, Ini Sikap IMIPertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan pasokan BBM jenis Pertalite aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di Lampung. (Dok. Pertamina).

Motor-motor di atas 250 cc memang biasanya memiliki kompresi mesin yang tinggi, jadi sebenarnya memang enggak disarankan untuk menenggak Pertalite yang punya RON 90. Biasanya motor-motor di atas 250 cc ini minimal meminum Pertamax yang punya RON 92.

Soalnya kalau memaksakan motor kesayangan meminum BBM yang RON lebih rendah dari seharusnya, bisa menyebabkan mesin knocking alias mengelitik. Gejala knocking harus dihindari karena bisa merusak mesin, misalnya membuat piston berlubang.

Selain itu kalau memakai BBM dengan RON yang di bawah rekomendasi juga bisa bikin performa motor jadi loyo dan gak optimal, hal ini disebabkan oleh kerak di ruang bakar yang lama kelamaan menumpuk. Kerak ini dihasilkan akibat pembakaran kurang sempurna.

Baca Juga: BBM Bersubisdi Dibatasi, Ini Perbedaan Pertamax dan Pertalite

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya