Comscore Tracker

Motor-Motor Ini Bakal Dilarang Menenggak Pertalite 

Cek motormu di sini

Jakarta, IDN Times - Pemerintah berencana melarang mobil bermesin di atas 2000 cc dan motor bermesin di atas 250 cc menggunakan Pertalite atau Solar. Sebab Pertalite merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disubsidi pemerintah.

Saat ini pemerintah melalui Pertamina telah meluncurkan aplikasi MyPertamina yang akan digunakan untuk membeli Pertalite dan Solar. Kamu harus terdaftar di aplikasi ini untuk bisa membeli Pertalite atau Solar. Saati ini pendaftaran telah dibuka mulai 1 Juli 2022.

Lalu motor 250 cc ke atas apa saja yang nantinya tidak boleh menenggak Pertalite?

1. Motor-motor di atas 250 cc yang ada di Indonesia

Motor-Motor Ini Bakal Dilarang Menenggak Pertalite Honda CBR1000RR-R Fireblade 30th Anniversary (Big Wing Honda)

Di Indonesia, banyak pabrikan motor yang menjual produk di atas 250 cc. Mulai dari Yamaha ada MT-09, MT-07, dan TMAX DX. Lalu beralih ke Honda, ada CB500X, CBR600RR, CB650R, X-ADV 750, CBR1000RR, CRF1100L Africa Twin, dan juga Gold Wing.

Kemudian yang enggak kalah banyak ada Kawasaki, mulai dari ZX-6R, ZX-10R, H2, W800, W800 Cafe, Versys 650, Versys 1000, Z900, Z900RS, Z1000, dan Vulcan S. Sedangkan Suzuki enggak punya motor di atas 250 cc yang dijual secara resmi di Indonesia.

Selebihnya, hanya pabrikan-pabrikan motor premium yang memiliki banyak varian motor di atas 250 cc. Seperti BMW, Triumph, KTM, Royal Enfield, dan yang lainnya.

Baca Juga: BBM Bersubisdi Dibatasi, Ini Perbedaan Pertamax dan Pertalite

2. Motor dengan kubikasi mesin besar enggak cocok minum Pertalite

Motor-Motor Ini Bakal Dilarang Menenggak Pertalite Ilustrasi SPBU, Pertamax, Pertalite (IDN Times/Shemi)

Lagian, motor berkubikasi di atas 250 cc memang biasanya enggak cocok buat menenggak Pertalite. Fyi, Pertalite memiliki Research Octane Number (RON) 90 yang cocok dengan mesin berkompresi 9-10:1.

Kalau motor kamu kompresinya lebih dari segitu, sudah pasti cocoknya minum bensin dengan RON yang lebih tinggi seperti Pertamax (RON 92) atau Pertamax Turbo (RON 98).

3. Jeroan mesin bisa lebih cepat aus

Motor-Motor Ini Bakal Dilarang Menenggak Pertalite pixabay.com/RonaldPlett

Kalau motor dipaksakan pakai BBM yang enggak sesuai kompresinya, akan ada beberapa gejala yang bisa kamu rasakan. Seperti misalnya knocking atau mesin mengelitik, performa motor menurun.

Hal itu terjadi lantaran munculnya kerak di ruang mesin, yang disebabkan pembakaran kurang sempurna. Jadi, jangan coba-coba deh pakai bensin yang enggak sesuai kompresi motor.

Baca Juga: Jangan Mencampur Pertamax dan Pertalite, Performa Mesin Bisa Drop

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya