Tren beralih ke kendaraan ramah lingkungan tengah menjadi primadona di tanah air. Di tengah gempuran produk baru, opsi konversi atau mengubah sepeda motor konvensional berbasis bensin menjadi motor listrik dinilai sebagai langkah kreatif sekaligus hemat biaya yang mendapat dukungan penuh lewat regulasi pemerintah.
Namun, di balik narasi keren tentang proses perakitan yang estetik di media sosial, ada realitas pasca-konversi yang jarang dibahas. Pengendara sering kali dihadapkan pada berbagai persoalan teknis dan administratif yang kompleks begitu motor tersebut digunakan untuk mobilitas harian di jalan raya.
