Comscore Tracker

Mengenal Proses Bore Up Motor, Jangan Terlalu Nafsu Naik CC 

Bore up bisa bikin motor lebih ngacir, tapi ada risikonya

Jakarta, IDN Times - Banyak cara untuk mendongkrak performa motor, salah satunya dengan mengganti diameter piston bawaan dari pabrikan dengan yang lebih besar. Tujuannya untuk mendongkrak tenaga motor.

Misal piston bawaan motormu berdiameter 51 mm. Kemudian kamu menggantinya dengan piston berdiameter 53 mm. Nah, perubahan pada piston ini akan menambah cc mesin motormu. Tenaga mesin pun otomatis akan terdongkrak.

Yuk, kenali lebih jauh tentang bore up motor.

1. Jadi, apa sih bore up motor itu?

Mengenal Proses Bore Up Motor, Jangan Terlalu Nafsu Naik CC bore up mesin (Lazada.co.id)

Jadi, bore up motor itu secara sederhana bisa dibilang cara untuk meningkatkan cc mesin. Caranya dengan mengganti piston bawaan pabrik dengan piston berdiameter lebih besar. 

Penggantian piston ke diameter yang lebih besar ini akan membuat cc mesin motormu naik. Berapa kenaikannya tergantung dari besaran diameter piston penggantinya. Jadi, dengan bore up, kamu bisa menaikkan cc mesin motormu tanpa harus mengganti BPKB.

Baca Juga: Cara Menyetel Tarikan Gas Motor, Biar Larinya Lebih Ngacir

2. Apa saja kelebihan bore up motor?

Mengenal Proses Bore Up Motor, Jangan Terlalu Nafsu Naik CC IDN Times/Dwi Agustiar

Setelah melakukan bore up, motormu biasanya akan lebih ngacir. Biasanya tarikan akan lebih terasa di putaran bawah hingga menengah, tergantung pada besar diameter piston yang kamu ganti. 

Tapi sering kali bore up saja tidak cukup. Beberapa montir menyarankan bore up diikuti dengan sejumlah modifikasi lain, seperti mengganti pilot jet atau mainjet karburator hingga mengupgrade pengapian dan knalpot.

3. Jangan keburu senang, sebab ada masalah yang mengintai

Mengenal Proses Bore Up Motor, Jangan Terlalu Nafsu Naik CC IDN Times/Dwi Agustiar

Namun, di balik semua kelebihan yang ditawarkan, bore up bisa sangat merepotkanmu. Terutama kalau kamu salah memperhitungan besaran diamater piston pengganti. Sebab, bagaimana pun, piston yang dikasih pabrikan itu sudah melalui perhitungan yang sangat matang.

Sehingga ketika piston dari pabrik tersebut kamu ganti, maka risiko akan bermunculan, seperti piston pecah karena salah memperhitungkan kekuatannya. Masalah lain yang mungkin muncul adalah konsumsi bahan bakar yang semakin boros dan mesin menjadi lebih cepat panas yang berujung pada boyo alias tarikan berat. 

So, jika ingin melakukan bore up, lakukan pada ahlinya. 

Baca Juga: Adu Power Tiga Motor Sport 150 CC, Sekadar Gaya atau Performa?  

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya