Comscore Tracker

Mengenang Helicak di Jakarta 

Bodi helicak aslinya dari skuter Lambretta lho!

Jakarta, IDN Times - Becak pernah menjadi angkutan favorit pada era 60-an hingga 70-an. Namun seiring berjalannya waktu, penggunaan becak mulai digantikan oleh berbagai macam jenis angkutan. Salah satunya adalah Helicak. 

Helicak merupakan gabungan kata helikopter dan becak, karena bentuknya yang unik seperti perwakinan antara becak dengan helikopter. Kendaraan ini muncul di awal dekade 70-an sebagai kendaraan alternatif pengganti becak konvensional.

Bagaimana Helicak bisa menjadi kendaraan yang digemari masyarakat? Yuk ikuti kisah selengkapnya berikut ini.

1. Menggantikan becak yang dinilai tidak manusiawi

Mengenang Helicak di Jakarta Helicak (nurayuannisa.blogspot.com)

Helicak pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 Maret 1974. Saat itu Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin mencetuskan kendaraan ini sebagai pengganti becak karena dianggap tidak manusiawi. Uniknya, mesin dan bodi kendaraan ini menggunakan skuter Lambretta yang didatangkan langsung dari Italia.

Sama seperti becak, pengemudi berada di bagian belakang, sementara itu penumpang duduk di bagian depan. Kabinnya terbuat dari kerangka besi dan dindingnya dari serat kaca, sehingga melindungi penumpang dari panas dan hujan.

Baca Juga: Mengenang Bus Metromini, Sering Ugal-ugalan Tapi Ngangeni

2. Mesin dan bodinya berasal dari skuter Lambretta

Mengenang Helicak di Jakarta Helicak (pesantrennuris.net)

Mesin yang digunakan Helicak berasal dari Lambretta yang diproduksi langsung di Italia. Saat itu, Indonesia mengimpor kendaraan ini sebanyak 400 unit dengan harga satuan sekitar Rp400 ribu. Helicak sendiri memiliki spesifikasi mesin 2-tak berkapasitas 148 cc yang mampu menghasilkan tenaga 8,7 dk. Helicak juga sanggup mencapai kecepatan maksimum 101 km/jam

3. Helicak berumur sangat pendek

Mengenang Helicak di Jakarta Helicak (thegaspol.com)

Namun sayangnya Helicak hanya beroperasi sekitar 5 tahun saja. Umur yang terbilang pendek untuk sebuah angkutan masal. Alasan utama mengapa kendaraan ini berumur pendek adalah masalah keamanan penumpang.

Banyak yang menganggap jika posisi penumpang yang berada di depan akan berbahaya jika terjadi kecelakaan. Selain itu, pengemudi yang berada di bagian belakang juga tidak dilengkapi dengan alat pelindung.

Pada tahun 1975 hingga 1976, keberadaannya mulai digantikan oleh Bajaj, transportasi asal India. Pada akhirnya, sebanyak 714 unit Helicak di pensiunkan.

Baca Juga: Kisah Oplet di Ibu Kota, Ternyata Berasal dari Inggris!

Topic:

  • Dwi Agustiar
  • Eddy Rusmanto

Berita Terkini Lainnya