Comscore Tracker

Tips Mengukur Tekanan Ban Motor

Cara mengukur tekanan ban motor yang baik

Jakarta, IDN TIMES - Kurangnya tekanan angin pada ban motor adalah masalah umum yang kerap dialami para biker. Padalah kurangnya tekann angin pada ban akan membuat motor tak nyaman dikendarai.

Untuk itu, tekanan angin perlu diperhatikan sebelum mulai berkendara. Jika tekanan angin pada ban dirasa kurang, maka kamu harus segera mengisinya. Bagaimana cara mengukur tekanan angin yang benar? 

1. Gunakan alat ukur tire pressure

Tips Mengukur Tekanan Ban Motorblog.allstate.com

Pertama, mengukur tekanan angin tidak hanya sekedar dipencet-pencet, lho. Kamu bisa menggunakan alat bernama tire pressure yang dijual dengan rentang harga antara Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu.

Caranya, tekan pentil ban menggunakan ujung tire presssure, maka jarum akan menunjukkan tekanan angin yang ada pada ban motor dalam bentuk angka.

Baca Juga: Ban Tubeless Kok Sering Kempes? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

2. Ukuran tekanan angin yang ideal

Tips Mengukur Tekanan Ban MotorIlustrasi Ganti Ban Motor Bocor (IDN Times/Dwi Agustiar)

Pada umumnya, ban belakang motor memiliki bentuk yang lebih besar karena berfungsi sebagai penggerak motor untuk percepatan dan ketika ada muatan selalu bertumpu pada ban belakang. Sedangkan untuk ban depan sendiri tidak memerlukan ukuran dan tekanan angin yang besar agar lebih mudah dan ringan saat dikendalikan.

Idealnya, tekanan angin pada ban depan motor matic berkisar antara 28 hingga 30 psi. Kemudian untuk ban belakang motor matic idealnya ada diangka 30 atau 33 psi, sesuai kebutuhan sehari-hari. Berbeda dengan motor bebek, tekanan angin ban depan yang disarankan adalah 29 sampai 30 psi. Untuk ban belakang, tekanan anginnya sekitar 31 hingga 33 psi.

Tekanan motor sport lebih besar lagi, untuk ban depannya bisa mencapai 32 sampai 34 psi. Sedangkan ban belakangnya membutuhkan 39 sampai 41 psi.

3. Gunakan nitrogen

Tips Mengukur Tekanan Ban MotorIlustrasi Toko Ban (IDN Times/Dwi Agustiar)

Nitrogen dinilai lebih baik ketimbang angin biasa. Hal itu karena nitrogen memiliki stabilitas yang lebih baik dan tahan terhadap suhu yang lebih tinggi. Tekanan angin kan bertahan lebih lama, sehingga nitrogen cocok untuk digunakan saat perjalanan jauh. Agar bisa maksimal, kuras angin pada ban motor, kemudian gunakan full nitrogen.

Baca Juga: 6 Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa, Sudah Tahu?

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya