Comscore Tracker

V-Belt Putus di Tengah Jalan, Ini 3 Cara Menghindarinya 

Rutinkan servis motor dua bulan sekali

Jakarta, IDN Times - Pernah mengalami motor gak mau jalan meski mesin sudah on dan gas sudah ditarik pol? Kalau pernah, itu hanya berarti satu hal: v-belt motor matikmu putus. Kalau sudah begitu, kamu gak akan punya pilihan selain mendorong motor tersebut ke bengkel terdekat.

Yup, v-belt memang bisa putus. Sebab bahannya terbuat dari karet. Sehingga getas sebelum akhirnya putus. Sebenarnya ada cara agar v-belt gak putus di tengah jalan, yakni lakukan pemeliharaan secara rutin.

Nah, berikut beberapa tip agar v-belt motor gak putus di tengah jalan.

1. V-belt harus diganti setelah dua tahun penggunaan dan harus orisinal

V-Belt Putus di Tengah Jalan, Ini 3 Cara Menghindarinya Ilustrasi v-belt (rumputteki)

May Wijayanto, kepala teknisi Dealer Honda Nusantara Surya Sakti Samarinda mengatakan, v-belt motor mesti diganti ketika berumur dua tahun atau telah melewati 24.000 kilometer (km) dengan catatan kendaraan digunakan dalam kondisi normal. Artinya motor hanya dipakai untuk kegiatan harian. Lain cerita bila sering digunakan untuk perjalanan antar kota, biasanya akan terjadi penurunan performa.

"Apalagi sering digunakan di medan bergunung atau dipakai ngebut  v-belt lebih cepat aus,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, saat kamu menggunakan spare part tidak orisinal juga bisa menjadi penyebab putusnya v-belt motor. Karena itu menurut dia setiap pabrikan pasti punya standarnya daya tahan masing-masing. Dengan menggunakan komponen nonorisinal, daya tahan karet menjadi lebih rendah.

"Kasus v-belt putus itu jarang terjadi dan mudah dihindari, yang penting rajin melakukan servis berkala," terangnya.

Baca Juga: Sempat Mati Suri, 8 Motor Ini Dibangkitkan Kembali

2. Harus rajin servis dua bulan sekali bila ingin motor awet

V-Belt Putus di Tengah Jalan, Ini 3 Cara Menghindarinya Ilustrasi servis motor matic (cdnhonda.azureedge.net)

Lebih lanjut May menuturkan, ciri-ciri v-belt tak layak pakai ialah saat v-belt yang awalnya berfungsi sebagai pemindah tenaga dari mesin ke roda belakang menjadi kaku, lalu bagian karet gerigi akan retak dan mengurangi kelenturan. Itu sebabnya servis berkala dilakukan dan harus rutin dalam dua bulan sekali.

"Jika pemilik kendaraan rajin servis pasti akan ketahuan kapan pergantian (v-belt) harus dilakukan," sebutnya.

Lazimnya, kata dia, pemilik kendaraan lalai merawat mesin motornya karena beranggapan selama motornya masih bisa jalan, artinya baik-baik saja. Padahal tidak demikian, sebab tak merawat motor justru lebih merugikan karena bisa rusak saat sedang ingin digunakan.

"Ingat, tak rajin merawat bisa memengaruhi komponen motor lainnya," tegasnya.

3. Akibat jarang servis, tak hanya v-belt yang rusak tapi juga komponen lain

V-Belt Putus di Tengah Jalan, Ini 3 Cara Menghindarinya Ilustrasi servis motor matic (encrypted-tbn0.gstatic.com)

Lebih lanjut May menguraikan, saat kamu jarang servis motor bukan hanya v-belt yang mengalami kerusakan, komponen dalam continuously variable transmission (CVT) seperti roller, rumah roller dan kipas juga bisa terkena imbasnya. Untuk itulah gunanya servis bulanan. Agar komponen CVT aman, ada baiknya mengganti gardan oli setiap 10.000 km.

"Lebih baik mencegah dengan perawatan rutin," pungkasnya.

Baca Juga: Tip Aman Naik Motor Sports, Jangan Asal Ngebut 

Topic:

  • Dwi Agustiar

Just For You