Comscore Tracker

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! 

Suntikan dananya ada yang menyentuh Rp200 miliar lebih

Jakarta, IDN Times - Sebagai perusahaan modal ventura, East Ventures memiliki fokus utama untuk investasi tahap awal dan tahap lanjutan bagi usaha rintisan alias startup di Asia tenggara, termasuk Indonesia.

Startup yang ingin mendapatkan pendanaan dari perusahaan ini perlu memastikan portofolio mereka bisa memberikan dampak yang positif dan memiliki metode yang baik dalam semua hal yang mereka lakukan. 

Dampak tersebut harus bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari Kelas-A, Kelas-B, hingga masyarakat kelas bawah. Berikut ini, beberapa startup yang telah mendapatkan pendanaan dari East Ventures dalam tiga bulan ini.

Baca Juga: 7 Tips Pemasaran untuk Startup, Manfaatkan Teknologi dan Media Sosial

1. Geniebook Rp237 miliar

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! Geniebook Co-Founders/Siaran Pers, Pada (19/10/2021)

Geniebook, platform pembelajaran online terbesar di Singapura untuk Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) meraih 16,6 juta dolar AS atau setara dengan Rp237 miliar dalam putaran pendanaan seri A yang dipimpin oleh East Ventures (growth fund), Lightspeed Venture Partners, dan beberapa angel investor.

John Danner (Dunce Capital), Gaurav Munjal & Roman Saini (Unacademy), Kunal Bahl & Rohit Bansal (Snapdeal), Alvin Tse (Xiaomi), Linh Pham Giang (Hocmai) adalah individu yang berinvestasi di Geniebook dalam putaran pendanaan ini, serta beberapa eksekutif senior dari perusahaan paling berpengaruh di Asia Tenggara seperti Grab, Shopee, dan Gojek. 

Putaran pendanaan didapatkan setelah putaran Pra-Seri A sebelumnya senilai 1,1 juta dolar AS pada 2019 oleh perusahaan investasi swasta, Apricot Capital.

Dengan putaran pendanaan ini dan dukungan dari mitra strategisnya, Geniebook siap untuk melompat ke pertumbuhan berikutnya dengan anggota strategis baru, inovasi produk. Ditambah fokus yang kuat untuk memberikan pengalaman belajar guna membantu lebih banyak murid yang belajar lebih pintar dan melakukan lebih baik.

Alicia Cheong selaku COO dan Co-founder Geniebook mengatakan, “Saya percaya cara murid belajar akan terus berubah dan sungguh menakjubkan melihat bagaimana kami berada di garis depan edtech selanjutnya. Yang paling membangkitkan gairah kami adalah bagaimana kami dapat memanfaatkan teknologi ditambah semangat para guru kami untuk membuat pembelajaran online menjadi pengalaman yang benar-benar personal dan penuh energi.”

2. Treedots Rp157 miliar

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! Treedots/Siaran Pers, Pada (11/11/2021)

Dipimpin oleh East Ventures (Growth fund), Amasia, dan investor lain, Treedots, meraih pendanaan sebesar 11 juta dolar AS atau setara dengan Rp157 miliar. Treedots adalah perusahaan asal Singapura penyedia marketplace makanan surplus pertama di Asia yang mempelopori konsep integrasi vertikal dalam rantai pasok makanan. 

Sederhananya, perusahaan ini adalah marketplace untuk bahan makanan yang surplus dan tidak sempurna, dalam menyikapi permasalahan makanan yang terbuang sia-sia, terutama makanan yang dapat dikonsumsi namun dibuang.

Makanan surplus tersebut sering dibakar atau dibiarkan membusuk, sehingga menghasilkan metana dan gas rumah kaca yang memiliki dampak 86 kali lebih berbahaya pada pemanasan global daripada karbon dioksida.

“Makanan yang terbuang sudah menjadi sebuah masalah bernilai triliunan dolar, tetapi yang membuat kami sangat bersemangat adalah fakta bahwa para pemasok mulai menggunakan sistem TreeDots untuk seluruh pendapatan mereka, bukan hanya produk sisa makanan,” kata Roderick Purwana selaku Managing Partner di East Ventures.

Perusahaan tersebut baru-baru ini mengembangkan layanan pengoptimalan logistik guna membantu perusahaan - yang merupakan pelanggan mereka - untuk membangun rantai pasok yang lebih efisien. TreeDots mengawali operasi mereka di Singapura, telah berekspansi ke Malaysia tahun lalu, dan menargetkan ekspansi regional lebih luas di masa yang akan datang.

Jadi, pendanaan ini akan digunakan untuk pengembangan platform pengoptimalan logistik makanan milik mereka, serta berekspansi secara regional.

Baca Juga: Startup Mau IPO, Willson Cuaca: Listing di Indonesia Saja

3. Desty Rp71 miliar

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! Desty/Siaran Pers pada (26/11/2021)

Desty, startup Indonesia penyedia platform yang memberikan solusi e-commerce, telah meraih pendanaan pra-seri A lanjutan senilai 5 juta dolar AS atau sekitar Rp71,3 miliar rupiah yang dipimpin oleh East Ventures dengan partisipasi dari Jungle Ventures dan investor terdahulu, yaitu Fosun RZ dan January Capital.

Modal ini merupakan dana tambahan yang diberikan investor setelah Desty meraih 3,2 juta dolar AS atau sekitar Rp46 miliar dalam ronde pra-seri A yang dipimpin oleh 5Y Capital pada Juli 2021. Desty akan menggunakan dana ini untuk mempercepat pengembangan produk dan akuisisi penjual (merchant) serta meluncurkan produk-produk inovatif dalam beberapa bulan ke depan.

Desty adalah startup tahap awal yang menyediakan tool untuk penjual online, influencer, dan kreator guna menciptakan presensi online. Pengguna dapat membuat situs mini untuk diletakkan pada tautan di bio media sosial ataupun membangun toko online hanya dalam beberapa menit, secara gratis. 

Willson Cuaca selaku Managing Partner East Ventures menyatakan senang dapat mendukung tim Desty dalam mempercepat evolusi industri perdagangan dan media sosial sejak hari pertama mereka. Hal itu sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari akuisisi organik, dari mulut ke mulut.

4. Komunal Rp30 miliar

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! Komunal/Siaran pers pada (21/11/2021)

Sebagai kelanjutan dari pendanaan tahap awal, Komunal, perusahaan fintech yang menyediakan jasa Neo-rural bank secara lokal di Indonesia, mengumumkan telah meraih pendanaan Seri A sebesar 2,1 juta dolar AS atau sekitar Rp30 miliar rupiah pada 21 September 2021. Pendanaan ini dipimpin oleh East Ventures dengan partisipasi dari Skystar Capital. 

Suntikan dana ini akan digunakan untuk mengakselerasi misi perusahaan untuk mendorong inklusi finansial di Indonesia dengan memperkuat produk terbaru Komunal, yaitu DepositoBPR. 

DepositoBPR memungkinkan penduduk Indonesia untuk mendapatkan bunga tertinggi yang dijamin oleh pemerintah saat membuka rekening deposito yang bebas risiko di BPR di daerah manapun, tanpa harus mendatangi bank secara langsung. Di sisi lain, BPR tetap bisa menerima deposit dari seluruh Indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membuka cabang dan untuk kegiatan marketing.

Baru-baru ini, DepositoBPR mendapatkan lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor lisensi: S-178/MS.72/2021. Lisensi ini menjadikan Komunal funding agent atau agen pendanaan resmi pertama di Indonesia. 

“Kami percaya kerja sama yang kuat antara funding agent dan BPR akan mendorong inklusi finansial negara ini dengan sangat baik. Karena skala usaha BPR lebih kecil dibandingkan bank komersial, mereka memiliki perubahan kebutuhan yang sangat dinamis dalam hal pemberian pinjaman dan pendanaan,” kata Hendry Lieviant selaku Co-Founder Komunal.

“Di masa pandemi, ironi ini semakin terlihat saat bank komersial lainnya memiliki likuiditas yang tinggi dengan penawaran bunga yang rendah, sedangkan BPR mengalami kesulitan menerima deposit hanya karena 95 persen dari deposan Indonesia tinggal di area perkotaan. Kami berharap platform ini bisa menjembatani masalah ini,” tambahnya.

5. T-Lab Rp22 miliar

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! T-Lab/Siaran pers pada (23/11/2021)

T-Lab didirikan saat para pendiri T-Lab menyadari adanya kekurangan sumber pendidikan Bahasa Mandarin dan kesenjangan pasar. Di 2018, jumlah pelajar Bahasa Mandarin di seluruh dunia mencapai 180 juta dan terus bertambah hingga 14,2 persen setiap tahunnya, sedangkan 95 persen guru Bahasa Mandarin yang memenuhi kualifikasi berlokasi di Mainland China (Daratan Tiongkok).

Kesempatan ini membuat Gin dan Phillip Zhao untuk membuat sebuah platform pembelajaran Bahasa Mandarin yang canggih bernama T-Lab Linnet Chinese di 2021. Mereka menggunakan teknologi AI untuk mengoptimalkan pengalaman belajar bagi murid K-12, tim pengajar T-Lab, dan juga para orang tua.

Dengan adanya inovasi tersebut, T-Lab berfokus pada pasar global, terutama Amerika dan Asia Tenggara. Hal ini membawa T-Lab mendapatkan pendanaan tahap awal senilai 1,6 juta dolar AS atau sekitar Rp22,7 miliar rupiah. Pendanaan ini dipimpin oleh East Ventures, dengan partisipasi dari K3 Ventures, Blue Elephant Capital, serta Plug & Play.

“Kami percaya pada visi T-lab untuk memberikan pembelajaran bahasa yang menyenangkan sejak usia dini. Kami berharap East Ventures dapat mendukung tim Gin dan Phillip yang sangat beragam dan berbakat untuk melaksanakan misi mereka,” kata Melisa Irene selaku Partner East Ventures.

Dana segar ini akan digunakan untuk menguatkan tim riset dan pengembangan (R&D) T-Lab, dan meningkatkan kualitas kurikulum agar dapat menyediakan sumber pendidikan Bahasa Mandarin yang berkualitas.

Baca Juga: Daftar Perusahaan Startup di Indonesia, Nambah Terus!

6. Luwjistik Rp15 miliar

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! Luwjistik/Siaran pers pada (30/11/2021)

Sebuah perusahaan startup berbasis Singapura yang mengkhususkan diri dalam integrasi logistik e-commerce, Luwjistik, memperoleh pendanaan 1,1 juta dolar AS atau sekitar Rp15,8 miliar rupiah dalam pendanaan awal yang dipimpin oleh East Ventures, dengan partisipasi dari Arise besutan MDI-Finch dan Global Founders Capital.

Luwjistik didirikan pada Juli tahun ini oleh veteran logistik dan e-commerce, Syed Ali Ridha Madihid, dan sesama pengusaha, Wong Yingming. Saat ini, platform SaaS Luwjistik memungkinkan penyedia jasa logistik untuk mengakses hampir 30 mitra jaringan di Asia Tenggara, dan melakukan pergerakan lintas batas dan domestik dengan lebih efisien dan aman.

“Yang telah kami lakukan di sini adalah menggabungkan teknologi dengan hubungan dan pengetahuan yang telah dibangun selama bertahun-tahun bekerja di sektor ini untuk menghubungkan titik-titik di seluruh supply chain. Ini akan membantu klien kami melakukan navigasi lintas batas dan menghadapi tantangan domestik, terutama di wilayah yang berkembang pesat namun sangat terfragmentasi ini.” kata Syed Ali Ridha Madihid selaku CEO dan salah seorang pendiri dari Luwjistik.

Ledakan e-commerce yang didorong oleh pandemik juga meningkatkan tekanan pada perusahaan logistik untuk memperluas operasi mereka. Jadi, perusahaan ini akan menggunakan dana yang terkumpul tersebut untuk mengembangkan tim lokal dan regionalnya di Singapura, Indonesia, dan Malaysia, dan untuk menyempurnakan platformnya, sambil terus memperluas jangkauannya. 

7. Asumsi Rp10 miliar

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! Asumsi/Siaran pers pada (17/11/2021)

Meningkatnya konsumsi media digital selama pandemik COVID-19 ini menunjukkan bahwa media digital terbukti lebih menarik bagi para penonton, pembaca, maupun pemasang iklan. 

Berdasarkan laporan GWI di tahun 2020, penonton kini lebih sering menonton konten televisi melalui aplikasi streaming pada gadget mereka. Ini mencerminkan besarnya potensi pasar media, yang diproyeksikan akan berkembang dari 1.713 juta dolar AS di 2020 ke 2.670,7 juta dolar AS di 2025, secara global.

Dari fakta tersebut, perusahaan media digital multiplatform dibangun oleh Asumsi. Pada 17 September 2021, perusahaan ini mengumumkan telah meraih dana sebesar 700 ribu dolar AS atau sekitar Rp10 miliar dari East Ventures. Investasi ini ditargetkan untuk memperluas operasional media dan memperkuat tim engineer untuk membuat platform yang lebih interaktif.

“Kami sangat berterima kasih dan senang atas dukungan dari East Ventures dalam perjalanan kami untuk membuat dan menerbitkan cerita menarik kepada masyarakat Indonesia. Masa pandemik ini memberi tantangan yang baru dan berbeda kepada bisnis media, dan kami menjadi semakin gigih dalam menyesuaikan dan beradaptasi dengan dinamika industri,” ungkap Pangeran Siahaan selaku CEO Asumsi. 

Melalui dana ini, Asumsi memasang target untuk meluncurkan platform live streaming di pertengahan tahun 2022 mendatang. Platform ini sangat mudah disesuaikan dengan kebutuhan para streamer, dan penonton dapat mengakses fitur-fitur interaktif seperti memberi tip, Q&A, serta kuis. Platform ini rencananya dapat diakses oleh semua publik.

“Kami yakin inovasi-inovasi di bidang jurnalistik dari Pangeran dan tim Asumsi akan menciptakan ruang yang lebih besar bagi segala bentuk keragaman dan demokrasi di Indonesia,” kata Willson Cuaca selaku Co-founder dan Managing Partner East Ventures.

8. Fuse raih pendanaan lanjutan seri B

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! Fuse/Siaran pers pada (16/11/2021)

Fuse, startup insurtech terbesar di Indonesia berdasarkan dengan Pendapatan Premi Bruto (Gross Written Premium/GWP) sebesar 50 juta dolar AS atau setara dengan Rp720 miliar, mengumumkan meraih dana tambahan untuk putaran pendanaan seri B (extended series B) dari eWTP Technology and Investment Fund, CE Innovation Capital (CEIC), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga).

Sebelumnya, Fuse telah meraih pendanaan yang dipimpin oleh GGV Capital dengan partisipasi dari investor terdahulu, termasuk East Ventures (Growth Fund), SMDV, Golden Gate Ventures, Heyokha Brothers, Emtek, dan lainnya.

“Sebagai pemimpin pasar insurtech Indonesia, Fuse memiliki proposisi nilai unik yang dapat memberdayakan kanal penjualan tradisional dengan menghubungkan berbagai perusahaan asuransi yang selama ini tersebar dengan jaringan agen besar dan menyediakan produk asuransi yang komprehensif bagi agen/broker,” ujar Jiang Dawei selaku Partner dan CFO eWTP.

Dengan ini, Fuse adalah langkah pertama eWTP memasuki Indonesia, ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Fuse berusaha menyelesaikan permasalahan kepercayaan di antara 97 persen orang Indonesia yang belum memiliki asuransi.

“Rendahnya penetrasi produk asuransi di Indonesia mengakibatkan prospek pertumbuhan yang menjanjikan dan peningkatan kebutuhan dari konsumen selama masa pandemik. Oleh sebab itu, kami memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk pertumbuhan Fuse di fase berikutnya,” kata Xiaolin Zheng selaku Partner CEIC.

9. Kasual raih pendanaan tahap awal

Daftar Terbaru Startup yang Dapat Suntikan East Ventures, Inspiratif! Kasual/Siaran pers pada (9/11/2021)

Kasual menawarkan solusi manufaktur dalam aplikasi bagi pelanggan untuk memesan celana pria yang bisa dipersonalisasi atau istilah lainnya Build Your Own Product (BYOP). Pelanggan dapat memilih jenis potongan dan ukuran yang disesuaikan dengan preferensi mereka. 

Platform Kasual juga memungkinkan ‘Virtual Fitting’ dimana pelanggan dapat berkonsultasi langsung dengan tim ahli Kasual melalui panggilan video (video call) terkait pengukuran ukuran, fitting yang dipersonalisasi, dan rekomendasi produk.

Dengan pasar sebesar 12 triliun dolar AS (sekitar Rp214 miliar), Kasual telah menjadi perusahaan terdepan dalam mendorong inovasi di industri fashion dan pakaian Indonesia. Kasual telah mengalami pertumbuhan sebanyak 3x lipat sewaktu pandemi COVID-19 pertama masuk ke Indonesia di 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 (YoY).

Oleh karena portofolio tersebut, telah meraih pendanaan tahap awal (seed funding) dari East Ventures dengan nilai yang tidak dipublikasikan. Investor lain juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini. 

"Dengan dana ini, kami akan membangun tim baru, meningkatkan pengalaman digital bagi pelanggan dan proses manufaktur, mengeluarkan lebih banyak kategori produk dan inisiatif marketing, serta menggunakan teknologi baru seperti pengukuran AR untuk membuat pengukuran tubuh 3D pertama di Indonesia. Kedepannya, kami ingin meningkatkan dan memproses pesanan harian sebesar 10 x lipat dan memproses lebih dari 5.000 produk setiap harinya,” jelas Alam selaku CEO dan Co-Founder Kasual.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya