Comscore Tracker

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Kerja Sama dengan Agensi Digital

Boleh optimis, tapi jangan muluk-muluk!

Jakarta, IDN Times - Bagi brand, awareness merupakan salah satu tolok ukur kesuksesan. Bahkan, perjuangan untuk membuat pelanggan merasa familiar dengan sebuah produk atau jasa bisa dikategorikan sebagai sebuah investasi jangka panjang. Oleh karenanya, pelaku bisnis akan sangat berhati-hati dalam memilih agensi keatif. Tak hanya solusi yang kreatif, hasil yang terukur juga menjadi hal yang dicari oleh brand. Menanggapi hal tersebut, Zanila Aqsa, Digital Strategy Manager di IDN Creative, membagikan tiga hal yang brand harus amati dan pertimbangkan sebelum memilih sebuah advertising agency. Yuk, kita simak!

1. Ekosistem bisnis yang bersinergi

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Kerja Sama dengan Agensi DigitalDok. IDN Media/Herka Pangaribowo

Untuk memenangkan pertarungan bisnis yang kian modern, perusahaan kini makin dituntut untuk bertransformasi menuju ekosistem bisnis yang bersinergi. Hal ini dapat dilakukan dengan menyatukan entitas industri yang beragam ke dalam satu organisasi induk. "Secara logika saja, sudah dapat dipahami bahwa agensi digital dengan ekosistem bisnis yang bersinergi itu lebih memiliki kemampuan untuk memenuhi apa yang diinginkan oleh konsumen. Hemat budget, hemat waktu," terang Zanila.

Meski dapat memahami kebutuhan konsumen dengan baik, tidak banyak agensi digital yang bisa menyediakan ide, sekaligus mengeksekusi dan memonitornya secara langsung. "Untuk itu, agensi digital harus memiliki layanan yang komprehensif dan terintegrasi, sehingga semua kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan pendekatan kreatif yang tidak terbatas. IDN Media sendiri, misalnya, punya sektor bisnis lain, seperti publishers—Popmama.com, Popbela.com, IDN Times, Duniaku.com, tinggal disesuaikan dengan target audiens brand. Ada pula Yummy, media digital multi-platform untuk tutorial memasak. IDN Event, agensi pemasaran yang fokus pada penyelenggaraan acara, dan masih banyak lagi."

2. Ekspektasi yang realistis

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Kerja Sama dengan Agensi DigitalIDN Creative (Dok. IDN Media/Herka Pangaribowo)

Jangan hanya memahami kebutuhan, tantangan, dan objektif dari brand saja, agensi digital juga harus menetapkan ekspektasi yang realistis sedari awal. Bagi Zanila, agensi digital perlu memetakan keadaan pasar secara keseluruhan, sebelum akhirnya menetapkan dan mengomunikasikan ekspektasi yang realistis kepada brand.

"Intinya, agensi digital yang baik adalah agensi yang menyampaikan probable achievement secara apa adanya, tidak muluk-muluk hanya untuk membuat brand terkesan. Alih-alih memiliki loyalitas tinggi, kalau tak tercapai, brand malah akan berpikir bahwa agensi ini tak mampu memenuhi targetnya sendiri. Intinya, brand lebih baik memilih agensi digital yang dapat berempati dengan tujuan brand, bukan yang lain," tegas Zanila.

3. Koneksi lahirkan kolaborasi yang apik

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Kerja Sama dengan Agensi DigitalTimmy IDN Media (Dok. IDN Media/Herka Pangaribowo)

Berangkat dari komunikasi yang terjalin baik, kolaborasi yang apik juga akan mengiringi kerja sama antara brand dan agensi digital. Bekerja sama dengan agensi digital yang hanya secara pasif mendengarkan dan menerima keinginan brand tanpa memberi feedback yang membangun, tentu bukanlah hal yang diinginkan oleh brand. Oleh karenanya, dalam memilih agensi digital, koneksi yang dalam juga dibutuhkan.

"Temukan agensi digital yang komunikatif, proaktif, dan kolaboratif. Bila chemistry sudah dirasa tumbuh, coba diskusikan ide-ide yang mungkin paling sesuai. Apabila ada ide orisinil dari brand yang sedikit dikoreksi oleh agensi digital, bisa jadi ini adalah sinyal kreativitas yang bagus! Walaupun nantinya ada ketidakcocokan, pastikan konsensus di antara keduanya tetap berjalan," terang Zanila, menutup perbincangan sore itu.

Topic:

  • Amelia Rosary

Berita Terkini Lainnya