Comscore Tracker

Intip Strategi Pertamina di Bisnis Migas 2022

Bisnis migas Pertamina fokus ke transisi energi

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) menyiapkan tiga strategi utama pada 2022. Strategi mereka adalah meningkatkan performa bisnis migas, transisi energi fosil ke energi baru terbarukan, dan mengembangkan energi baru terbarukan itu sendiri.

"Pertamina terus berbenah dan menyesuaikan organisasinya agar tetap relevan terhadap kondisi global saat ini," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat focus group discussion (FGD) kunjungan pimpinan redaksi media nasional, di Balikpapan, Sabtu (8/1/2022) dilansir ANTARA.

Baca Juga: Buntut Krisis Batu Bara, Erick Thohir Ganti Direktur Energi Primer PLN

1. Bisnis migas di tengah tantangan berat tahun ini

Intip Strategi Pertamina di Bisnis Migas 2022Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. IDN Times/Hana Adi Perdana

Dia mengakui 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan karena aktivitas usaha di berbagai sektor secara global mengalami penurunan akibat pandemik hingga transisi energi. Namun, menurut Nicke, bisnis migas harus tetap karena hingga saat ini permintaan terhadap komoditas ini masih tetap tinggi dan terbesar.

"Walaupun seluruh negara sudah semakin terbiasa soal transisi energi tapi faktanya konsumsi energi masih didominasi minyak dan gas," katanya.

2. Melanjutkan transisi energi

Intip Strategi Pertamina di Bisnis Migas 2022IDN Times / Arief Rahmat

Strategi berikutnya, melanjutkan transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan. Ini dilakukan dengan meningkatkan produksi gas yang dapat menjembatani pengalihan ke arah energi baru terbarukan.

Meski begitu, tantangannya adalah bahwa gas merupakan energi yang tidak mudah didistribusikan sehingga harus mengembangkan infrastruktur. "Distribusi gas harus melalui pipa. Jadi perlu membangun infrastruktur agar transisi energi fosil ke energi terbarukan lebih smooth," ujarnya.

Baca Juga: Dirut Pertamina Pantau Ketersediaan BBM dan LPG di Seluruh Indonesia

3. Mengembangkan energi baru terbarukan

Intip Strategi Pertamina di Bisnis Migas 2022pexel.com

Fokus ketiga Pertamina adalah mulai mengembangkan energi baru terbarukan itu sendiri. Pada posisi ini, kata dia, Pertamina telah merealisasikan pembangkit energi panas bumi (geothermal).

"Energi panas bumi maupun sumber energi baru terbarukan lainnya harus dikembangkan dan menjadi prioritas pada tahun 2022," katanya.

4. Restrukturisasi 6 subholding

Intip Strategi Pertamina di Bisnis Migas 2022SVP Human Capital Management PT Pertamina Lelin Eprianto memberikan pemaparan kepada Menteri BUMN Erick Thohir, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat mengunjungi ruang Pertamina Intergrated Command Center di Graha Pertamina. Jumat (10/09/2021). Dok. Pertamina

Pertamina segera melalukan restrukturisasi enam subholding perusahaan yaitu, subholding hulu, subholding Refinery and Chemicals, subdolding Integrated Marine Logistic, subholding Commercial & Trading, subholding Power & New Renewable Energy, dan subholding Shipping

Dengan restrukturisasi maka Pertamina dapat memastikan bahwa masing-masing subholding dapat melakukan efisiensi, meningkatkan pelayanan karena telah punya gambaran sendiri.

"Subholding harus berusaha menciptakan profit, tidak ada lagi saling subsidi. Subholding harus mempercantik diri karena telah memiliki neraca keuangan dan cashflow sendiri, sehingga harus bisa mencari profit sendiri," kata Nicke.

Baca Juga: Jokowi Minta KADIN Dukung Kebijakan Pemerintah soal Energi Hijau

5. Porsi migas akan turun 20 persen

Intip Strategi Pertamina di Bisnis Migas 2022Ilustrasi pekerja di sektor migas (Dok. SKK Migas)

Dalam strategi besar energi pemerintah, porsi minyak dan gas bumi akan menurun hingga 20 persen sampai dengan 2050, dari saat ini sebesar 32 persen.

"Secara prosentase porsi migas akan mengalami penurunan. Namun, permintaan terhadap migas masih akan meningkat signifikan karena bertambahnya jumlah penduduk. Jadi secara volume harus tetap kita jaga," katanya.

Demikian juga dengan volume permintaan migas akan meningkat hingga lima kali lipat di tahun 2050.

"Jadi fokus pertama adalah mempertahankan dan mengembangkan migas karena pemerintah juga menargetkan produksi dari 700 barel menjadi 1 juta barel per hari," ujar Nicke.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya