Comscore Tracker

Belajar dari Lokita, Memasarkan Produk Lewat Isu Kesehatan Mental

Lokita ingin hapus stigma negatif atas isu kesehatan mental 

Jakarta, IDN Times – Lokita, salah satu brand minuman kekinian, menggelar LokitaCare sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan jiwa di kalangan generasi muda. Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi dan sosialisasi terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental.

Nury Pujiati Asturik, selaku pemilik Lokita, berharap program ini dapat menghilangkan segala kendala dan stigma buruk yang melekat pada isu-isu kesehatan mental. Demi menyukseskannya, Lokita menggandeng para ahli, influencer, dan para peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.  

“Isu kesehatan mental ini sangat penting untuk diangkat. Tidak hanya itu, kami juga perlu mewadahi mereka yang dirasa memerlukan tempat untuk bercerita, atau mereka yang membutuhkan konsultasi khusus dengan psikolog atau psikiater tapi terkendala. Di sini Lokita memberikan wadah konsultasi secara gratis,” kata Nury.

1. Ingin hapus stigma negatif yang melekat pada isu-isu kesehatan mental

Belajar dari Lokita, Memasarkan Produk Lewat Isu Kesehatan MentalSalah satu kegiatan LokitaCare (Dok. IDN Times/Istimewa)

Adapun latar belakang LokitaCare adalah semakin meningkatnya awareness terhadap kesehatan mental belakangan ini. Gangguan kesehatan mental dulunya dianggap sebagai aib, sehingga jarang tertangani dengan baik dan akhirnya menimbulkan kerugian bagi diri sendiri.

Bahkan, tak jarang para pengidap gangguan kesehatan mental ini mengambil jalan pintas dengan menyakiti diri atau bahkan bunuh diri, karena tak sanggup menanggung beban. Tak ada tempat bercerita juga menjadikan mereka mudah putus asa.

Belum lagi jika ada yang pergi ke psikolog atau psikiater akan dianggap sebagai ‘orang gila’.

“Pergi ke psikolog atau psikiater bukan hal yang tabu. Dengan semakin terbukanya pikiran masyarakat terhadap permasalahan ini, membuat isu kesehatan mental semakin santer diangkat ke publik,” ujar Nury.

Baca Juga: 5 Alasan Memendam Rasa Kesal Bisa Ganggu Kesehatan Mental

2. Ada konsultasi gratis hingga talkshow seputar kesehatan mental

Belajar dari Lokita, Memasarkan Produk Lewat Isu Kesehatan MentalSalah satu kegiatan LokitaCare (Dok. IDN Times/Istimewa)

Selain memberikan konsultasi gratis, LokitaCare juga mengampanyekan kesehatan mental melalui aksi sebar brosur dan demo offline. Tak hanya di satu lokasi, Lokita juga menggelar acara-acara talkshow di beberapa tempat sekaligus.

Kegigihan Lokita menyuarakan kesehatan mental ini ternyata mendapatkan apresiasi besar dari masyarakat. Event Lokita sempat viral dan menjadi trending di media sosial Twitter.

“Kami menggelar serangkaian event mental health journey. Kampanye yang kita lakukan mulai dari Purworejo dan kita suarakan juga di Wonogiri. Lokita mewadahi siapa saja yang ingin sharing ke psikolog. Di mana itu dibiayai oleh pusat. Tujuannya ingin menyebarkan manfaat untuk banyak orang yang membutuhkan,” kata Nury.

3. Permasalahan kesehatan mental berasal dari rasa tidak percaya diri

Belajar dari Lokita, Memasarkan Produk Lewat Isu Kesehatan Mentalpixabay.com/Wokandapix

Sementara itu, psikolog Gayatri H.Putri menyampaikan rasa terima kasihnya karena bisa bergabung dalam event yang dihelat oleh Lokita. Ia mengatakan bahwa LokitaCare merupakan platform yang tepat untuk meningkatkan kepedulian anak muda terhadap kesehatan mental.

Menurutnya, permasalahan yang banyak dihadapi anak muda saat ini adalah soal insecurity atau rasa takut dan tidak percaya diri. Rasa takut yang dialami saat dewasa dan kebiasaan remaja saat ini membuat mereka sering mengalami overthinking.

“Banyak dari para remaja yang insecure masalah fisik, akademis maupun secara sosial. Hal ini jadi salah satu faktor yang bisa mengganggu mental health kita. Sering terjadinya bullying mulai dari anak, remaja hingga dewasa baik secara verbal maupun fisik juga jadi faktor pemicu terganggunya kesehatan mental,” paparnya.

Salah satu peserta event mengaku sangat terbantu dengan adanya mental health journey dalam LokitaCare. Ia merupakan korban bullying semasa sekolah, yang pada akhirnya bisa bangkit dan berkarya. Kini, ia sukses menjalankan profesinya sebagai make-up artist.

“Kegiatan yang dilakukan Lokita ini sangat bermanfaat untuk membantu mengampanyekan mengenai pentingnya kesehatan mental agar semua orang bisa aware akan hal ini,” kata seorang peserta.

Baca Juga: Strategi Disney di Asia Pasifik, Kolaborasi dengan BTS dan Drama Korea

Andi IR Photo Verified Writer Andi IR

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya