Comscore Tracker

Kala Burberry "Tobat" Bakar Produknya yang Tak Laku

Burberry tempuh cara lain untuk menangani produk tak laku

Jakarta, IDN Times – Brand fashion asal Inggris, Burberry dikenal memiliki kebijakan "sadis" dalam mengelola produknya yang tidak laku,  yaitu membakar dan menghancurkannya. Namun, kini Burberry memilih cara lain. 

Ya, penghancuran produk sebelumnya ditempuh Burberry untuk menjaga citra brand dan koleksi eksklusif produknya. Lalu, cara apa yang ditempuh Burberry? 

1. Tidak akan melakukan praktik bakar produk lagi

Kala Burberry Tobat Bakar Produknya yang Tak LakuPixabay/PublicCo

Seperti dikutip dari BBC pada Juli 2018 lalu, Burberry dilaporkan telah menghancurkan pakaian, aksesori dan parfum senilai Rp538 miliar. Produk yang dihancurkan merupakan koleksi yang tidak terjual sejak tahun lalu.

Tindakan penghancuran produk tersebut ternyata memicu protes dari netizen dan aktivis lingkungan. Burberry sendiri dituding telah 'berkontribusi' merusak lingkungan dan membuat material yang mereka gunakan untuk memproduksi barang terbuang sia-sia. 

Dikutip dari situs SCMP edisi (24/9), pengelola Burberry pun mengklaim bahwa kini produk mereka yang tidak laku terjual sudah digunakan kembali. 

Selain itu, produk-produk itu ada yang diperbaiki, didonasikan, hingga didaur ulang. 

Baca Juga: 10 Brand Lokal Terjangkau, Pasti Dikira Lagi Pakai Produk Luar Negeri!

2. Berhenti menggunakan bulu hewan

Kala Burberry Tobat Bakar Produknya yang Tak LakuWikimedia.org/Flickr/A. Júnior

Tak hanya itu, Burberry juga berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan bulu hewan asli sebagai material dalam koleksi terbarunya. 

Pada Kamis (6/9), Burberry mengatakan bahwa rumah mode mereka akan mengikuti langkah Versace, Gucci, dan perintis busana beretika, Stella McCartney, untuk menghapuskan bulu asli dari dari hewan-hewan seperti kelinci, rubah, bulu, dan rakun Asia.

3. Kebijakan ini mendapatkan apresiasi lho

Kala Burberry Tobat Bakar Produknya yang Tak LakuPexels/Rawpixel.com

Sebagai langkah awal, Burberry pun telah memulai kerja sama dengan perusahaan mewah berkelanjutan dan ramah lingkungan Elvin & Kresse dalam beberapa tahun terakhir. Kolaborasi ini sendiri memanfaatkan 120 ton potongan material kulit yang akan diubah menjadi produk baru selama lima tahun ke depan lho.

Kebijakan baru ini pun mendapat apresiasi dari organisasi pemerhati lingkungan Greenpeace. Juru kampanye Greenpeace menyatakan keputusan Burberry berhenti menghancurkan barang-barangnya sendiri merupakan sinyal kuat akan adanya perubahan pola pikir di industri fashion.

Gimana guys, kebijakan terbaru dari brand Burberry ini? Keren ya?

Baca Juga: Kemana Burberry "Membuang" Produk Mewahnya yang Tak Laku?

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya