Comscore Tracker

Cek Kurs Rupiah di Bank BUMN dan Swasta Hari ini! 

Rupiah masih menguat terhadap dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan pada Rabu (2/12/2020). Mengutip data RTI, hingga pukul 12.01 WIB, nilai tukar rupiah  mengalami penguatan 42 poin atau 0,30 persen menjadi Rp14.107 terhadap dolar AS.

Lantas bagaimana nilai tukar rupiah di bank-bank BUMN dan swasta pada hari ini? Cek yuk!

1. Kurs rupah terhadap dolar di bank-bank BUMN

Cek Kurs Rupiah di Bank BUMN dan Swasta Hari ini! ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Baca Juga: 5 Pahlawan Perempuan Ini Potretnya Diabadikan di Uang Kertas Rupiah 

PT Bank Mandiri Tbk kurs beli rupiah terhadap dolar dipatok pada angka Rp13.970 per dolar AS. Sementara untuk kurs beli berada di Rp14.320.

Sementara di PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI, kurs beli rupiah terhadap dolar dipatok di angka Rp13.900 dan kurs jual Rp14.400.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, atau BRI kurs beli rupiah terhadap dolar Rp14.055. sementara kurs jual Rp14.245.

PT Bank Tabungan Negara Indonesia Tbk atau BTN, kurs beli rupiah terhadap dolar Rp13.990 dan kurs jual Rp14.340.

2. Kurs rupiah terhadap dolar di beberapa bank swasta

Cek Kurs Rupiah di Bank BUMN dan Swasta Hari ini! ilustrasi rupiah (IDN Times/Umi Kalsum)

Lalu kurs beli rupiah di PT Bank Central Asia Tbk atau BCA dipatok Rp14.005 dan jual Rp14.305.

Selain itu di PT Bank Cimb Niaga Tbk kurs beli Rp13.800 dan kurs jual rupiah terhadap dollar AS Rp14.500. Permata Bank mematok kurs beli Rp14.035 dan kurs jual Rp14.365.

3. Kurs transaksi di Bank Indonesia

Cek Kurs Rupiah di Bank BUMN dan Swasta Hari ini! Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rahmad)

Sementara berdasarkan kurs referensi Jakarta Inernational Spot Dollar Rate atau JISDOR, rupiah berada di Rp14.164 per dolar AS, sementara pada hari sebelumnya rupiah berada di 14.178 per dollar AS.

Disampaikan oleh Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menguatnya rupiah didorong optimismisme pelaku pasar terhadap potensi stimulus fiskal di Amerika Serikat.

"Dua sentimen positif yaitu potensi stimulus fiskal AS dan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang masih ingin mempertahankan pelonggaran moneter untuk membantu pemulihan ekonomi AS, membantu melemahkan nilai tukar dolar terhadap nilai tukar lainnya," ujarnya dikutip melalui kantor berita Antara.

Baca Juga: 5 Cara Ini Bisa Kamu Lakukan untuk Bantu Perkuat Nilai Tukar Rupiah 

Topic:

  • Auriga Agustina
  • Umi Kalsum
  • Hidayat Taufik

Berita Terkini Lainnya