Comscore Tracker

IHSG Ditutup Loyo, Tapi Rupiah Bertenaga

Apa sentimennya?

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 15,86 poin atau 0,25 persen ke level 6.413,89 pada perdagangan Kamis (21/1/2021).

Volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 18,035 miliar lembar saham, dengan frekuensi tercatat 1,544 kali. Sebanyak 248 saham hari ini bergerak menguat, 241 saham melemah dan 140 saham tidak mengalami perubahan.

Meski IHSG melemah pada hari ini, rupiah terhadap dolar tercatat mengalami penguatan.

1. Investor asing lakukan aksi jual

IHSG Ditutup Loyo, Tapi Rupiah BertenagaIlustrasi Penurunan Harga Saham/Bearish (IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: Intip Peluang Investasi Saham MCAS yang Direkomendasikan Banyak Seleb

Pada hari ini, investor asing melakukan aksi jual senilai Rp130,55 miliar di BEI. Dengan saham-saham yang dilepas di antaranya:

PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA

PT BFI Finance Indonesia Tbk atau BFIN

PT Unilever Tbk atau UNVR

PT Ciputra Development Tbk atau UNVR

2. Mayoritas saham kawasan Asia menguat

IHSG Ditutup Loyo, Tapi Rupiah BertenagaPengunjungi berjalan di samping layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Sementara mayoritas saham di kawasan bursa Asia menguat. Nikkei 225 indeks Tokyo menguat 0,82 persen; Shanghai Composite Indeks milik Shanghai menguat 1,07 persen, Straits Times Indeks milik Singapore menguat 0,61 persen.

Hanya ada dua indeks di kawasan Asia yang melemah, selain indeks milik Indonesia, Indeks Hang Seng milik Hongkong juga melemah 0,12 persen.

3. Penyebab rupiah kalahkan dolar

IHSG Ditutup Loyo, Tapi Rupiah BertenagaIlustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar ditutup menguat 35,0 poin atau 0,25 persen ke level Rp14.000.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, menguatnya rupiah hari ini dikarenakan BI optimistis terhadap peningkatan aliran modal asing masuk ke Indonesia.

Untuk diketahui, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pernyataan dan rencana kebijakan Biden berpotensi membawa dana asing sebesar 19,1 miliar dolar AS atau Rp 267,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.020).

Baca Juga: 5 Cara Ini Bisa Kamu Lakukan untuk Bantu Perkuat Nilai Tukar Rupiah 

Topic:

  • Auriga Agustina
  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya