Comscore Tracker

OJK Minta Debt Collector Berhenti Tagih Utang Debitur

OJK imbau agar kreditur mengingatkan debitur lewat teknologi

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan relaksasi bagi debitur yang terdampak wabah virus corona baru atau COVID-19. Kebijakan tersebut berlaku bagi semua industri pembiayaan (leasing). Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso juga mengimbau agar lembaga pembiayaan tidak lagi menggunakan debt collector untuk menagih utang.

"Kami himbau untuk yang kecil-kecil tadi, jangan menggunakan debt collector," katanya melalui video conference, Rabu (1/4).

1. Kreditur dapat mengingatkan debitur lewat teknologi

OJK Minta Debt Collector Berhenti Tagih Utang DebiturIDNTimes/Holy Kartika

Dia menjelaskan, pemberi kredit dapat menggunakan teknologi untuk mengingatkan debitur untuk membayar kewajibannya. "Teknologi atau sistem digital yang lain, ini sudah disiapkan oleh pemberi kredit," tuturnya.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, Nasabah KPR Bisa Tunda Bayar Cicilan Rumah

2. Masyarakat yang "mampu", diminta bayar cicilan

OJK Minta Debt Collector Berhenti Tagih Utang DebiturWimboh Santoso ketua OJK menyampaikan paparan (IDN Times/Auriga Agustina)

Meski demikian, Wimboh meminta bagi masyarakat yang masih bisa membayar ataupun memiliki uang melakukan pembayaran cicilan. "Bagi kredit yang sampai dengan Rp10 miliar ada skema yang disebut boleh membayar apabila mampu," jelasnya.

Dia menjelaskan, pembiayaan ini akan disebut pembiayaan lancar dengan tujuan lembaga keuangan tidak harus membentuk cadangan. "Sehingga tidak memberatkan segi permodalan perbankan. Jadi dua sisi bahwa adalah baik peminjam dan memberikan pinjaman mendapatkan insentif mengenai hal ini."

3. Ojk minta industri pembiayaan tunda tagihan kredit selama setahun

OJK Minta Debt Collector Berhenti Tagih Utang DebiturLogo OJK (Dok. ANTARA News)

Sebelumya diberitakan, OJK meminta industri pembiayaan atau leasing menunda penagihan selama satu tahun. Hal itu berlaku untuk pembiayaan, kredit UMKM, KUR, termasuk ojek online dan sektor informal.

"Sementara ditangguhkan penagihannya dan bahkan bisa diberikan keringanan pokok atau bunga. Ini penting karena faktanya usaha mereka tidak ada pendapatan lagi,” kata Wimboh melalui video conference, Rabu (1/4).

Dia mengataka, hal itu merupakan bentuk restrukturisasi. Salah satu tujuannya ialah penagihan cicilan tidak memberatkan peminjam yang kehilangan pendapatan terdampak virus corona.

“Ini akan memudahkan bagi mereka untuk sementara menunggu sampai usaha mereka pulih kembali. Kita perkirakan pulih selama satu tahun,” ujarnya.

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN : Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com

Baca Juga: Buntut Virus Corona, OJK Minta Leasing Tunda Tagih Cicilan Setahun 

Topic:

  • Auriga Agustina
  • Anata Siregar
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya