Comscore Tracker

Subsidi Tiket Pesawat Picu Penyebaran COVID-19? Ini Kata Kemenhub 

Subsidi ini diharapkan bisa sampai 2021

Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan optimistis pemberian subsidi tiket pesawat tidak akan memicu penyebaran pandemik COVID-19 di sektor penerbangan.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Maria Kristi mengatakan, operator sektor penerbangan telah menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19 secara ketat.

"Jadi, kami kalau di pesawat sudah ada protokol kesehatan, pembatasan 70 persen dari kapasitas, kemudian HEPA. Tidak hanya dalam pesawat antrean juga sudah diatur, jadi insya Allah itu tidak akan ada orang yang terpapar di pesawat," katanya melalui virtual, Jumat (23/10/2020).

1. Pemerintah memberikan subsidi menggratiskan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara

Subsidi Tiket Pesawat Picu Penyebaran COVID-19? Ini Kata Kemenhub Ilustrasi pesawat (IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: Susul Garuda, Sriwijaya Air Juga Bakal Turunkan Tarif Tiket

Untuk diketahui, Pemerintah akan memberikan subsidi dalam bentuk menggratiskan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, pemberian subsidi tersebut diharapkan mampu membantu pemulihan sektor penerbangan, lantaran saat ini jumlah penumpang mengalami penurunan, tercatat per September 2020 telah terjadi penurunan sebesar 10,2 persen.

"Oleh karena itu, pemerintah hadir memberikan stimulus dan harapannya transportasi udara sebagai moda konektivitas ini dapat bisa meningkat lebih cepat lagi," ujarnya.

2. Subsidi diharapkan bisa diperpanjang hingga 2021

Subsidi Tiket Pesawat Picu Penyebaran COVID-19? Ini Kata Kemenhub Maskapai Nasional Garuda Indonesia Yayasan Artha Mask Livery dengan Masker (Dok. Garuda Indonesia)

Adapun, insentif tersebut diberikan kepada calon penumpang yang akan melakukan perjalanan domestik mulai 23 Oktober hingga 31 Desember mendatang. 

Namun dia berharap subsidi ini bisa dilanjutkan pada 6 bulan hingga 2021 mendatang.

"Proyeksi kami ke depan, kami masih berharap, kami bisa programkan kembali dari Januari-Juni 2021, sambil nanti kami lihat perkembangannya seperti apa," katanya.

3. Diprediksi akan terjadi peningkatan penumpang 20 persen

Subsidi Tiket Pesawat Picu Penyebaran COVID-19? Ini Kata Kemenhub Ilustrasi pesawat (IDN Times/Arief Rahmat)

Kemudian, untuk libur panjang di Oktober pihaknya memprediksi terjadi kenaikan penumpang sebesar 20 persen.

Puncak keberangkatan penumpang diperkirakan terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2020 dengan jumlah penumpang sebanyak 110 ribu orang. Sedangkan, puncak kedatangan atau arus balik terjadi pada Minggu, 1 November 2020 dengan jumlah penumpang 112 ribu orang.


"Kami tetap fokus dan konsisten terkait penerapan protokol kesehatan baik oleh penumpang maupun penyelenggara angkutan udara, penyelenggara bandara, dan penyelenggara navigasi," ucapnya.

Baca Juga: Subsidi Tiket Pesawat Kok Cuma Berlaku di 13 Bandara? Ini Alasannya

Topic:

  • Auriga Agustina
  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya