Comscore Tracker

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial Maskapai

Irfan juga berikan kiat terbang di adaptasi kebiasaan baru

Jakarta, IDN Times - Pandemik COVID-19 telah memukul industri penerbangan, hal ini tentu berdampak pada PT Garuda Indonesia Tbk. Apalagi pemerintah sempat melarang masyarakat untuk melakukan perjalanan, termasuk melalui jalur udara.

Kini di era adaptasi kebiasaan baru, pemerintah telah memperbolehkan masyarakat untuk terbang kembali. Tentu saja ini menjadi angin segar bagi industri penerbangan.

Bagaimana kiat Bos Garuda, Irfan Setiaputra yang baru saja memimpin maskapai milik negara selama kurang lebih tujuh bulan ini memastikan masyarakat aman bepergian dengan pesawat di tengah kondisi saat ini? Apakah, adaptasi kebiasaan baru mampu membuat Garuda Indonesia bangkit dari keterpurukan akibat pandemik COVID-19?

Simak wawancara khusus IDN Times bersama Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra yang dilakukan pada Selasa 28 Juli 2020 berikut ini.

Pak Irfan baru saja menjabat di Garuda Indonesia pada Januari lalu, tapi kan sebenarnya anda gak punya background di industri penerbangan. Sebenarnya apa sih cita-cita anda sebelum jadi Bos Garuda?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIrfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia (IDN Times/Fiqih Damarjati)

Cita-cita saya jadi Dirut (Direktur Utama), tapi memang seperti yang anda bilang saya gak punya pengalaman di industri ini, tapi pada waktu bergabung di Garuda pertama kali saya juga sampaikan ke teman-teman Garuda yang mempertanyakan kenapa seorang Irfan ditunjuk di kursi Presiden direktur Garuda ini. Saya katakan, saya memang tidak punya pengalaman di industri ini tapi saya punya pengalaman 55 tahun menjadi penumpang pesawat, jadi kehadiran saya ini selain tentu saja leadership yang saya mau sampaikan juga bagaimana menumbuhkan perusahaan dan tentu saja men-share kemudian memperkaya khasanah di dalam perusahaan ini memiliki seorang Presdir yang lebih berorientasi ke penumpang dari pada di internal.

Garuda bukan mencari orang yang punya pengalaman di industri, mungkin mencari pengalaman orang yang punya pengalaman menjadi penumpang.

Baca Juga: Dirut Garuda: Industri Penerbangan Diprediksi Baru Pulih Akhir 2022

Tapi anda yakin ya bisa membawa industri penerbangan ini menjadi lebih baik lagi?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIrfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia (IDN Times/Aldila Muharma)

Ya, tentu saja ada keyakinan gitu ya di awalnya, dan sebagai seorang CEO atau presdir atau dirut kita katakan itu ya anda mesti punya kepercayaan diri yang cukup untuk memiliki kemampuan memahami industri dengan cepat, memahami situasi di Garuda dengan cepat dan kemudian bersama-sama dengan manajemen tim lainnya mencari solusi ke depannya seperti apa.

Mungkin bisa diceritakan, pengalaman anda selama beberapa bulan terakhir memimpin industri penerbangan seperti apa? Banyak sekali sepertinya tantangannya

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIrfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia (IDN Times/Fiqih Damarjati)

Ya, memang berapa hari setelah kami dilantik dan diminta duduk di sini kami memang langsung berkenalan kemudian mencoba mencari tahu apa yang terjadi, mendengarkan input, bertemu banyak orang, mencari usulan-usulan dan memang gak dalam waktu yang lama kami direksi ini sudah punya bayangan lah kira kira mau seperti apa walaupun kita belum tulis.

Melihat pengalaman Garuda tahun-tahun sebelumnya dan apa yang mesti dilakukan. Tapi memang ketika hari hari pertama itu sudah muncul kasus pandemik ini di China, pada waktu itu kami masih cukup percaya diri ya bahwa mungkin ini gak masuk Indonesia atau mungkin ini masih lama masuknya ke Indonesia, tapi memang yang mengejutkan buat kami itu ketika umrah dilarang dan dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah itu kemudian Pak Jokowi mengumumkan bahwa sudah ada penderita COVID-19 di Indonesia dan tindakan-tindakan apa yang dilakukan komunitas atau masyarakat terhadap perkembangan situasi yang ada di Indonesia

Jadi dari situlah muncul mulai masalah-masalah yang kita hadapi saat ini. 

Kalau untuk Garuda saat ini seperti apa sih pak, dengan adanya adaptasi kebiasaan baru ini apakah terjadi peningkatan frekuensi atau volume penumpang?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIlustrasi. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Justru karena terjadi pandemik atau COVID-19 ini, kita di bulan Mei ya mengalami jumlah penurunan penerbangan maupun penumpang maupun pendapatan itu hampir 90 persen, jadi seperti layaknya semua maskapai di seluruh dunia itu Garuda gak terisolasi jadi kita terkena imbasnya, kenapa kena imbasnya karena semua orang itu pikirannya dan dianjurkan untuk tidak melakukan mobilisasi, tidak melakukan pergerakan seperti stay at home, work from home, school from home, dan ini terjadi di seluruh dunia dan seluruh negara melakukan protokol masing-masing untuk menghindari masuknya orang baru ke dalam negaranya demikian juga masing masing daerah di Indonesia sehingga tentu saja dengan kondisi seperti itu secara otomatis boleh dibilang tidak ada orang yang ingin terbang.

Ya kan, kita dari pertama pandemik sampai sekarang, kita gak pernah berhenti terbang loh sebenarnya, jadi mungkin banyak teman-teman yang gak tahu kita terus terbang dalam kondisi pandemik ini karena apa karena seperti yang anda bilang garuda ini kan national flight carrier ya, di awal berdirinya kita, kita punya mandat menyambungkan pulau-pulau, menyambungkan bangsa bangsa, menyambungkan suku-suku, di Indonesia. Juga kita punya mandat memperkenalkan indonesia ke negara luar, jadi garuda ini, even perang pun kita tetap harus terbang, jadi kami dengan berseloroh lah mengatakan cuma pandemik tenang aja gitu kan, tapi sebenarnya bukan itu, sebenarnya adalah apapun kondisinya Garuda punya mandat dan kewajiban untuk menyambung, memastikan connectivity itu ada, walaupun jumlah penumpang berkurang drastis, karena jumlah penumpang berkurang drastis ya tentu saja kita mengurangi frekuensi penerbangan itu yang terjadi apalagi di bulan Mei ada imbauan maupun larangan untuk tidak mudik padahal mudik itu biasanya dari tahun ke tahun itu istilahnya waktu keemasan lah buat maskapai seperti Garuda karena semua orang mau naik pesawat, semua orang mau pulang kampung ya kan jadi padat sekali dan kita biasanya sibuk sekali

Alhamdulillah kemarin saya gak sibuk tapi ya juga gak bisa ke mana-mana juga, terus kemudian haji, ya pemerintah memutuskan tidak mengirimkan jemaah haji tahun ini biasanya haji itu padat sekali, sibuk sekali kita dalam satu setengah bulan karena kita mesti membawa sekitar lebih dari 100 ribu jemaah haji dalam waktu singkat ke Saudi Arabia dan dalam waktu singkat juga memulangkan mereka, jadi situasi seperti itu membuat penerbangan menurun drastis membuat pendapatan menurun drastis, kalau anda lihat di sini banyak sekali pesawat kita. 

Kalau data terakhir kan ada 70 persen pesawat yang diparkirkan, kalau sekarang dengan adanya adaptasi kebiasaan baru sudah ada penerbangan?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIrfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia (IDN Times/Aldila Muharma)

Sudah ada beberapa lah yang mulai terbang, tapi masih banyak kalau anda lihat masih banyak dan ada juga di Kertajati juga berapa pesawat kita juga parkir di sana, airport yang di Jawa Barat, ya jadi itu situasi yang kita hadapi hari ini tentu saja secara finansial sangat memukul Garuda Indonesia.

Pak Irfan, dalam sehari ini pesawat bisa berapa kali terbang di adaptasi kebiasaan baru ini?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIDN Times / Auriga Agustina

Terakhir-terakhir ini kita di angka sekitar seratus penerbangan, jadi 100 penerbangan tu kayak misalnya ke medan itu 1 penerbangan, Medan-Jakarta 1 penerbangan, jadi 2 penerbangan. Kita menghitung ada sekarang per hari itu sekitar 100 penerbangan plus minus lah.

Baca Juga: Semester I Rugi Rp10,34 T, Bos Garuda Janji Segera Optimalkan Kinerja

Kalau di dalam pesawat sendiri itu biasanya pernah gak sih Garuda membawa penumpang yang ternyata isinya cuma 5 orang gitu?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIlustrasi penerbangan (IDN Times/Uni Lubis)

Oh sering, sering, kenapa karena kebetulan seperti saya katakan tadi kita mesti memastikan connectivity itu atau ketersambungan itu ada, jadi contohnya misalnya walaupun 5 kan mesti pastikan orang yang tinggal di Ujung Pandang mau pulang ke Jakarta itu tersedia gak bisa kan nunggu terlalu lama gitu kan, tapi pada waktu situasi paling parah itu ya kita pastikan minimal sehari satu penerbangan atau kalau di daerah-daerah yang gak terlalu ramai, minimal 2 hari atau 3 hari sekali gitu, hari ini kita coba pastikan semua jalur itu minimal sekali sehari kalau sudah mulai sedikit ramai baru 2 atau 3 kali.

Langkah-langkah apa sih yang sudah dilakukan oleh Garuda Indonesia ini untuk menyelamatkan industri penerbangan ini?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIlustrasi bandara. IDN Times/Mela Hapsari

Jadi gini, kalau anda bicara menyelamatkan perusahaan anda bicara akhirnya kan kondisi keuangan, kondisi keuangan semua airlines di dunia itu mengalami penurunan pendapatan, problemnya adalah biayanya gak gampang diturunin, kayak biasa sewa pesawat ini kita mayoritas kita semua sewa ya, terbang gak terbang kan kita mesti bayar.

Kemudian, sumber daya manusia kita juga sumber daya manusia hampir semua airlines itu itu bukan menyediakan sumber daya untuk hari ini, tetapi memperkirakan 3-5 tahun ke depan, kenapa 3 hingga 5 tahun ke depan karena kita memang punya planning ya misalnya tahun ini akan datang berapa pesawat baru, nah ini sumber daya mesti disiapin dan itu bertahun tahun kita lakukan dan tidak ada masalah, kali ini pertumbuhan tidak terjadi malah penurunan drastis, jadi memang kita ada persoalan yang harus kita sikapi dengan bijak soal sumber daya manusia yang kurang pas.

Berarti kayak melakukan efisiensi gitu?

Ya kita lakukan upaya-upaya yang bisa diterima menurut perusahaan tapi juga oleh karyawan juga bisa diterima jadi gak ada paksaan.

Kemarin kan Garuda juga menawarkan pensiun dini pada 400 karyawan, apakah akan ada penambahan?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiDirektur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Per tadi malam mendekati 500 jadi pensiun dini secara sukarela ya, tolong yang lengkap gitu ya, karena penting buat kita semua sukarela ini karena kan banyak teman-teman yang work from home karena usia terus banyak yang punya minat baru ya kita persilakan tapi hak-haknya kita berikan. 

Tapi Garuda memastikan tidak akan ada PHK?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIlustrasi PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

PHK itu adalah situasi terakhir, kalau kita sudah gak bisa melakukan apa-apa ya mau apa tapi dengan kondisi yang terjadi di hari ini dan beberapa hari kemarin saya melihat banyak teman-teman masih sangat semangat untuk memastikan bahwa kita bisa recovery.

Garuda ini kan sepertinya lagi gencar-gencarnya melakukan promo untuk menarik minat masyarakat melakukan penerbangan lagi, tapi kan sebenarnya teman-teman millenials ini banyak yang masih khawatir untuk melakukan penerbangan. Pak Irfan bisa memastikan gak sih kalau kondisi pesawat ini sebenarnya aman loh untuk terbang dan protokol-protokol kesehatan apa yang telah dilakukan oleh Garuda Indonesia?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIDN Times/Uni Lubis

Jadi gini, pesawat kita persiapkan artinya kita pastikan pesawat yang mau terbang secara teknis tidak ada masalah tentu saja tetapi dengan kondisi protokol sekarang atau kondisi COVID-19 sekarang ini kita tambahkan beberapa aksi-aksi untuk memastikan bahwa berada di pesawat itu adalah aman dan sehat, contohnya disinfektan, kita implementasi HEPA untuk perputaran sirkulasi udaranya dan pembersihan secara rutin terutama di tempat tempat yang ada interaksi dengan manusianya jadi kalau suka dipegang misalnya.

Di dalam in-flight-nya sendiri kita keluarkan majalah koran karena itu media yang bisa menjadi media penularan, dan awak kabin kita minta untuk menggunakan masker setiap saat, sarung tangan setiap saat sehingga kalau ada interaksi tidak bisa langsung.

Penumpang kita juga minta seperti itu, untuk menggunakan masker lah minimal. Nah yang paling penting kami di Garuda ini kami komit untuk menjaga jarak, hari ini soalnya tidak berjarak itu kayak sebuah perbuatan yang berdosa kenapa karena kemungkinan terbesar penularan terjadi di kondisi berdekatan. jadi kalau tempat duduk tiga itu yang tengah kita kosongkan, kalau di bisnis class yang tempat duduknya dua itu, cuma sendiri isinya

Jadi ini untuk memastikan bahwa para penumpang itu berjarak, kita juga minta para penumpang untuk tidak melakukan aktivitas berlebihan di dalam pesawat seperti bergerak, jalan-jalan. 

Baca Juga: Dapat Dana Talangan Rp8,5 T, Garuda Akan Bayar ke Pemerintah 2023

Ini yang menarik katanya di Garuda saat ini ada yang namanya filtrasi udara yang bisa menyaring virus, itu sebenarnya seperti apa sih pak? Memang secanggih itu? Bisa dijelaskan

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIlustrasi pesawat (IDN Times/Arief Rahmat)

Jadi ada yang namanya filter HEPA ya, sirkulasi di pesawat itu vertikal jadi kalau anda terbang dalam pesawat kabin tertutup ini udaranya tu naik turun jadi gak ada udara yang begini, nah itu kita filter, jadi udaranya naik turun kita filter, di HEPA itu kita filter menurut pabrikan atau menurut analis ahli teknisi itu mengatakan bisa sampai lebih dari 99 persen tersaring, dan mati.

Ini ada proses yang dilakukan oleh HEPA ini sehingga udara yang keluar bersih kadang-kadang kita kan gak bisa melihat atau merasakan kondisi sekarang tapi sebagai salah satu contoh, kalau kemarin-kemarin anda naik pesawat, terus anda nunggu di depan toilet, terus orang keluar dari toilet suka smelly (bau) gitu kan, tapi terus hilang kan nah itu bagian dari proses yang dilakukan oleh HEPA, lain kalau kemudian di rumah, toilet dibuka ada yang keluar dari toilet lalu smelly, dan bakal smelly selamanya, kalau ini mungkin langsung hilang gitu kan nah itu salah satu bentuk bahwa virus bakteri itu tersaring.

Itu berarti adanya itu di adaptasi kebiasaan baru ini ya baru diterapkan?

Sebenarnya sudah kita terapkan lama tapi sekarang lebih kita fokuskan kita pastikan tidak ada perubahan karena sistem di pesawat itu sudah ada HEPA jadi ketika orang mengatakan bahwa di dalam pesawat jauh lebih sehat daripada di ruang kantor atau di rumah kita yang ber-AC ya itu membuktikan kebenarannya lah.

Apa yang bisa kita ambil pelajaran dari pandemik COVID menurut anda?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiIlustrasi corona. IDN Times/Mardya Shakti

Ya ini, yang pertama memang ketika anda lagi baik jangan jemawa (angkuh), dan tentu saja secara mental kita harus mempersiapkan diri setiap saat terhadap kondisi yang buruk, dan ini buruk sekali. Jadi penting memang ke depan kita kemudian sebagai sebuah perusahaan dan individu bukan memitigasi hal-hal yang selama ini kita bayangkan tetapi memitigasi hal-hal separah ini.

Yang kedua tentu saja, ketika perusahaan ini berjalan lancar ya pastikan anda punya tabungan yang cukup supaya kalau ada apa-apa itu anda gak kebingungan. Sama kayak di rumah kan, kalau kita biasa royal, begitu kondisi pandemi ini kan panik kita kan apalagi misalnya di PHK, tapi kalau kita punya tabungan yang cukup walaupun tidak ada pekerjaan atau aktivitas minimal tabungan itu bisa menghidupi kita beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan, jadi hidup gak usah panik. 

Garuda sempat fokus ke kargo selama pandemik, bisa dijelaskan pak apa alasannya?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial MaskapaiLogistik garuda indonesia (Dok. Istimewa)

Nih anda lihat pesawat ini ya, pesawat ini bagian bawahnya itu kargo, di bawahnya ada barang. Kita selama ini fokus ke yang di atas, yang di bawah sambil lalu lah, nah karena sekarang yang di atas kosong ya kita fokus ke bawah.

Pesan untuk millenials yang ingin terbang menggunakan Garuda seperti apa pak di adaptasi kebiasaan baru ini?

[WANSUS] Bos Garuda Indonesia: Pandemik Memukul Finansial Maskapai(Ilustrasi pesawat) IDN Times/Arief Rahmat

Santai aja, pakai masker, pastikan anda sehat, tentu saja hari ini rapid test tapi kalau anda badan terasa gak enak atau flu jangan terbang tapi jaga kesehatan terus kalau ada keinginan terbang, terbang segera, gak usah ditunda-tunda karena anda akan menolong banyak orang dan pastikan ada terbang dengan Garuda, awas kalau gak sama Garuda.

Baca Juga: Duh! Gara-gara Corona 400 Karyawan Garuda Indonesia Rela Pensiun Dini 

Topic:

  • Auriga Agustina
  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya