Comscore Tracker

[WANSUS] Sri Adiningsih Prediksi Ekonomi Baru Mulai Pulih 2022

Dia memprediksi ekonomi baru pulih 2022

Jakarta, IDN Times - Pandemik COVID-19 memukul seluruh sektor usaha yang berdampak pada perekonomian Indonesia. Sejumlah stimulus digelontorkan oleh pemerintah untuk meredam anjloknya perekonomian terlalu dalam akibat pandemik COVID-19.

Upaya pemerintah yang berencana akan melakukan vaksinasi terhadap masyarakat, tidak serta-merta langsung membuat perekonomian kembali pulih. Dalam wawancara khusus dengan IDN Times, ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Adiningsih memberikan pandangannya terhadap kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Wawancara ini dalam rangka riset Indonesia Millennal Report 2021 by IDN Times.

Bagaimana menurutnya kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah sepanjang 2020. Bagaimana pula proyeksi perekonomian di 2021?

1. Selama pandemik ini, pemerintah sudah banyak mengeluarkan kebijakan terkait stimulus perekonomian. Bagaimana Anda menilainya?

[WANSUS] Sri Adiningsih Prediksi Ekonomi Baru Mulai Pulih 2022Infografis Stimulus Ekonomi Indonesia selama Pandemik COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

Memang sekarang ini dalam menghadapi pandemik dan dampaknya kebijakan itu sebenarnya cukup tepat, terutama di dalam mengatasi pandemik. Oleh karena itu muncul Perppu Nomor 1 yang kemudian menjadi Undang-Undang Nomor 2 tahun 2020 dan APBN juga sudah diubah dua kali. Sehingga akhirnya anggaran untuk mengatasi COVID-19 dan dampaknya digelontorkan hampir Rp700 triliun.

Meskipun defisit APBN juga meningkat, tapi pemerintah diberikan kebebasan untuk meningkatkan defisit. Kalau kita cermati dari berbagai kebijakan tadi yang satu tentu saja langsung untuk COVID itu cukup banyak anggarannya, seperti untuk mengatasi COVID, kemudian untuk swab test, kemudian juga untuk vaksin dan lain-lainnya.

Kemudian yang penting, karena adanya pandemik ini masyarakat lockdown di level sampai provinsi, ibu kota, kabupaten, bahkan di kampung. Saat awal-awal COVID di kampung bisa di-lockdown, gak nerima orang keluar masuk, sehingga investasi kemudian mengalami penurunan termasuk UMKM. Dampaknya bukan cuma itu tapi juga seluruh Indonesia.

Berbagai program safety net seperti BLT, untuk orang kerja, ataupun bantuan kerja, termasuk UMKM ada banyaklah, kemudian untuk pemulihan ekonomi.
Ada banyak program, di antaranya adalah membantu supaya rekstrukturisasi (pemerintah kan otoritas), termasuk pembayaran pajaknya yang bisa ada pengurangan atau juga bebas pajak, ada banyaklah ya.

Berdasarkan data yang saya dapat kita lihat implementasinya sesuai di bawah 50 persen. Nah ini yang tentunya jadi tantangan buat kita, ketika dana anggaran yang ada itu bisa dimanfaatkan secara maksimal, sehingga dampaknya lebih nendang terkait penanganan covid, safety net kemudian pemulihan ekonomi.

2. Apakah kebijakan-kebijakan itu bisa menanggulangi krisis yang terjadi?

[WANSUS] Sri Adiningsih Prediksi Ekonomi Baru Mulai Pulih 2022Ilustrasi ekonomi terdampak pandemik COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

Apa yang dimaksud krisis dan semakin terpuruknya ekonomi sudah terjadi. Ekonomi kuartal satu masih tumbuh hampir 3 persen, kuartal dua kontraksi 5,6 persen jadi penurunan ekonomi sudah terjadi.

Bahkan pengangguran kemiskinan juga merosot tajam, sekarang pengusaha juga belajar dari krisis 98. Yang terjadi adalah ada karyawan dirumahkan, meski PHK gak terlalu banyak, paling jam kerja (dipotong), termasuk UMKM. Mereka jualan ataupun produksi, meskipun omzet turun. Dengan omzet seperti itu, kebanyakan kalau untuk hidup. Tapi mungkin kalau diharapkan untuk berkembangkan gak mungkin dengan omzet sekitar sepertiga itu, mungkin keuntungan tidak ada, tapi karena dia kerja di situ bisa berdirinya. Saya kira itu yang terjadi sehingga ya, penanganan ekonomi secara umum masih mengalami penurunan.

Meskipun data BPS di bulan Februari-Maret kalau kita cermati kemiskinan naiknya sudah sekitar hampir 2 juta, tapi kalau kita bicara pengangguran yang sudah di PHK menurut data 300-an ribu PHK bahkan 1 jutaan. Keterpurukan sudah kita alami sampai sekarang. Sudah masuk Oktober berarti sampai kuartal II, kuartal III ini saya kira kemerosotan ekonomi, pertumbuhan negatif ekonomi masih kita akan alami, kemungkinan sampai kuartal IV tahun ini.

3. Prediksi Anda, kapan ekonomi mulai membaik?

[WANSUS] Sri Adiningsih Prediksi Ekonomi Baru Mulai Pulih 2022Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Apa yang dimaksud membaik? Karena kalau kita bicara ekonomi membaik itu sudah mulai tumbuh positif, tahun depan sudah akan tumbuh positif. Kalau balik seperti sebelum pandemik yang tumbuh sekitar 6,6 persen, itu mungkin perlu waktu lebih lama lagi. Karena kalau kita belajar dari pengalaman krisis 98, pertumbuhan negatif, minus 13 kan itu di krisis 98. Tahun sekitar 99 sudah mulai positif, walaupun masih rendah sekali.

Kemudian tahun 2000 itu sudah meningkat, tapi balik seperti sebelumnya, itu bisa perlu waktu yang lama. Oleh karena itulah, saya kira untuk tahun depan belum akan pulih seperti sebelumnya, mungkin perlu sampai 2022 ataupun 2023 tergantung bagaimana otoritas ekonomi dan juga masalah pandemik ini dapat diatasi.

Kalaupun secara pandemik ini dampaknya ke kehidupan kita, dari bisnis sampai investasi. Sehingga kalau sudah ada vaksin tahun 2021, tentunya diharapkan tahun depannya (2022) itu juga pemulihan akan lebih bisa cepat. Tapi kalau vaksin yang disampaikan ke masyarakat, disuntikkan secara massal itu akan selesai pada 2022. Artinya untuk recovery ekonominya akan lebih lama lagi, jadi tergantung pada seberapa baik masyarakat mau taat menerapkan protokol kesehatan, masker, physical distancing, dan juga cuci tangan.

4. Saat nanti recovery, sektor apa yang paling mudah untuk bangkit dan apa yang paling sulit?

[WANSUS] Sri Adiningsih Prediksi Ekonomi Baru Mulai Pulih 2022Ilustrasi ekonomi digital (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Yang jelas kalau seperti sekarang ini yang masih tumbuh positif pertanian. Dan sekarang ini sektor digital karena banyak yang memakai digital. Digital ini akan semakin banyak digunakan sehingga digitalisasi masih akan tumbuh positif. Kemudian sektor penyediaan air, saya kira air tetap akan positif. Kemudian kita bicara investasi, nah ini yang menjadi tantangan bagi kita dengan adanya UU omnibus law apakah benar-benar mampu mendorong investasi dan tumbuh positif.

5. Bicara soal UMKM, apakah paket stimulus bagi UMKM yang diberikan pemerintah sudah cukup?

[WANSUS] Sri Adiningsih Prediksi Ekonomi Baru Mulai Pulih 2022ANTARA FOTO/Ampelsa

Secara umum sebenarnya UMKM ini kan jumlahnya banyak 60-an juta dan itu kebanyakan usaha mikro kecil, kebanyakan adalah jualan sayur, tukang bakso. Usaha mikro menghidupi lebih dari 70 persen.

Dan apakah kebijakan pemerintah di dalam pandemik ini cukup memberikan bantuan ataupun support pada UMKM? Saya kira secara umum ada, karena ada banyak kebijakan di antaranya restrukturisasi utang bahkan juga ada bantuan sosial pada usaha mikro kecil masuk juga pajak. Seingat saya pajak kan kemudian diturunkan, setelah diturunkan dalam masa-masa ini kan kemudian ada yang dibebaskan pajak, juga ada kemudahan termasuk yang saya tahu membantu mereka untuk online.

Ada banyak program dari Kementerian UMKM untuk UMKM dan koperasi, cuman memang jumlah UMKM kan banyak sekali 60-an juta, dan UMKM itu tersebar luas di seluruh Tanah Air. Sehingga kalau ditanya apakah semuanya mendapatkan manfaat? Saya kira tidak, tapi kebijakannya ada banyak dan yang sudah banyak mendapatkan manfaat dan yang belum dapat juga banyak.

Tapi secara umum kementerian UMKM sudah melakukan yang bisa mereka lakukan dengan keterbatasan yang ada.

6. Kalau harus dideskripsikan dalam lima kata dampak dari pandemik ini terhadap Indonesia seperti apa?

[WANSUS] Sri Adiningsih Prediksi Ekonomi Baru Mulai Pulih 2022Ilustrasi Virus Corona. IDN Times/Mardya Shakti

Saya kira pandemik telah mengubah kita dan membuat harapan saya lebih baik gitu dalam artian pandemik membuat kita menjadi lebih peduli terhadap keluarga, lebih bersih, lebih sehat, dan juga mengerti untuk kerja itu bisa dari rumah.

Baca Juga: [KALEIDOSKOP] Denyut Perekonomian Indonesia dalam Hantaman COVID-19

Topic:

  • Auriga Agustina
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya