Comscore Tracker

Pakai Teknologi AI, Wavemaker Luncurkan Platform Maximize

Maximize merupakan platform planning multi khalayak

Jakarta, IDN Times - Wavemaker meluncurkan platform media-planning bernama Maximize. Wavemaker adalah bagian dari GroupM, perusahaan manajemen investasi media global WPP. Maximize didukung teknologi artificial intelligence (AI) yang memungkinkan para media planner untuk menjangkau banyak khalayak.

Tak hanya itu, Maximize juga mengoptimalkan pembiayaan media hanya dalam hitungan menit. Lantas, apa sih keuggulan Maximixe ?

1. Maximize didukung teknologi AI dan machine learning

Pakai Teknologi AI, Wavemaker Luncurkan Platform MaximizeWebsite wavemakerglobal.com

Didukung oleh teknologi AI dan machine learning, Maximize mengolah dan menganalisa berbagai macam data dari sumber global maupun sumber lokal. Contohnya, data pertama dari pihak klien (first party data), data dari LivePanel GroupM dan data Momentum milik Wavemaker. 

“Maximize mengatasi salah satu rasa frustrasi terlama di industry ini, bahwa semua media plan terlihat sama. Didukung dengan sumber data yang kuat dan dikemas dengan teknologi artifical intelligence (AI), Maximize mempercepat pembuatan media plan dan memiliki kemampuan cerdas untuk membuat media-plan yang mendorong pertumbuhan bisnis bagi klien kami," kata CEO Global Wavemaker Toby Jenner lewat keterangan tertulisnya yang diterima IDN Times, Senin (15/2/2021).

Menurut Jenner, Maximize sudah digunakan dan menghasilkan media plan dengan rata-rata 30 persen lebih efektif.

"Juga sudah kami aplikasikan dalam beberapa picth (tender), membantu kami mencapai predikat sebagai agency dengan tingkat kesuksesan pitch (tender) yang tinggi menurut catatan COMvergence untuk periode Q1-Q3 2020," ujarnya.

Baca Juga: Danai 24 Riset Penanganan COVID-19, Kemenristek Kucurkan Rp8,1 Miliar

2. Maximize bisa menyelesaikan masalah fragmentasi khalayak

Pakai Teknologi AI, Wavemaker Luncurkan Platform MaximizeWebsite wavemakerglobal.com

Sementara itu, Global Head Product di Wavemaker yang turut memimpin proyek ini Stephan Bruneau mengatakan, membuat media plan adalah tantangan.

"Beberapa bertumpang tindih secara signifikan. Orang-orang yang dimasukkan dalam beberapa segmen berbeda, berisiko terpapar berkali-kali secara berlebihan oleh iklan. Sehingga, menjadikan pemborosan yang tidak perlu untuk klien kami," katanya.

"Maximize menggunakan teknik dan teknologi yang jarang digunakan dalam industri pemasaran dan secara efektif merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah fragmentasi khalayak," kata Bruneau lagi.

Global Chief Technology Officer di WPP Stephan Pretorius menambahkan, AI memang memperluas lingkup pengaruhnya terhadap banyak aspek pemasaran. Namun, tidak dalam media planning.

"Platform planning bertenaga AI yang menarik dari Wavemaker yaitu Maximize, diatur untuk mengubah cara tim bekerja dan mendukung para planner untuk menghasilkan media plan yang paling efektif dan efisien untuk klien dalam tataran media yang semakin kompleks dan terfragmentasi," ucap dia.

3. Begini proses pengembangan Maximize

Pakai Teknologi AI, Wavemaker Luncurkan Platform MaximizeWebsite wavemakerglobal.com

Untuk diketahui, Maximize dikembangkan oleh tim yang terdiri dari 75 ahli strategi, para planner, arsitek dan ilmuwan data, pengembang perangkat lunak, penguji, serta para perancang yang berbasis di kampus Wavemaker, Warsawa.

Selama pengembangan, tim melakukan uji paralel manusia vs mesin, hingga menantang tim planner yang berpengalaman untuk membuat media-plan yang akan mengoptimalkan jangkauan di tiga segmen khalayak yang bertumpang tindih. Hasilnya, mereka tidak mampu menyelesaikan tugas tersebut secara maksimal.

Setiap kali mereka memperbarui jangkauan (reach) untuk satu segmen khalayak, mereka kehilangan jangkauan untuk dua segmen lainnya. Sebaliknya, Maximize menyelesaikan masalah tersebut hanya dalam 1,5 menit. Menggunakan Maximize dapat membuat para planner untuk bekerja lebih kreatif, fokus terhadap metode-metode inovasi yang dapat mendukung pertumbuhan untuk klien lebih jauh lagi.

Baca Juga: 500 Ribu UMKM Melek Digital Jadi Pengguna Aplikasi Pembukuan Usaha Ini

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya