Penampakan Mercedes dan Harley Milik Eks Dirut Jiwasraya Hendrisman

Hendrisman Rahim sudah ditetapkan tersangka kasus Jiwasraya

Jakarta, IDN Times - Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), hari ini menggeledah kediaman dua dari lima tersangka terkait terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya.

Mereka adalah, Eks Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim dan eks Direktur Keuangan PT Jiwasraya Hary Prasetyo. Berdasarkan pantauan IDN Times, sebuah truk tiba di Gedung Tindak Pidana Khusus, Kejagung sekitar pukul 21.00 WIB. Truk tersebut, membawa satu mobil Mercedes Benz E300 dan satu Motor Harley Davidson.

1. Mercedes dan Harley milik Hendrisman Rahim

Penampakan Mercedes dan Harley Milik Eks Dirut Jiwasraya HendrismanHarley milik Hendrisman Rahim (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Mobil Mercedes Benz E300 berplat B 737 DIR dan satu motor Harley Davidson berplat B 6035 WGL itu, dimiliki oleh Hendrisman Rahim. Hal itu diungkapkan oleh keponakan Hendrisman yang bernama Andimas. Dua kendaraan itu kini telah disegel oleh pihak Kejaksaan Agung.

"Iya (punya Hendrisman). Tadi (kediaman) digeledah sekitar pukul 7 (malam)," kata Andimas di lokasi.

2. Kejaksaan hari ini kembali periksa enam orang saksi

Penampakan Mercedes dan Harley Milik Eks Dirut Jiwasraya HendrismanKepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono (IDN Times/Axel Joshua Harianja)

Kejaksaan hari ini kembali memeriksa enam saksi yang berasal dari pihak swasta. Mereka adalah eks Direktur Pemasaran PT GAP Asset Management Arifadhi Soesilarto, eks Marketin PT GAP Asset Management Ratna Puspitasari dan Direktur PT. Pan Arcadia Asset Management Irawan Gunari.

Selanjutnya, Direktur PT Pool Advista Asset Management Ferro Budhimeilano, Direktur PT. MNC Asset Management Ferry Konjongian serta Direktur PT Sinar Mas Asset Management Alex Setyawan WK. Keenam saksi itu masih diperiksa tim penyidik tindak pidana khusus Kejagung.

Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan, keenamnya telah selesai diperiksa. Namun ia enggan membeberkan apa materi pemeriksaannya. Diketahui, hingga kini Kejagung telah memeriksa 40 saksi terkait kasus Jiwasraya. Mereka terdiri dari pihak Jiwasraya dan juga swasta.

"Tentu penyidik menggali bukti-bukti keterkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang disangkakan terhadap lima orang tersangka, yang kemarin telah dilakukan penahanan," ungkap Hari malam ini.

Baca Juga: Kejagung Geledah Kediaman Tersangka Kasus Jiwasraya Hendrisman Rahim

3. Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka terkait Jiwasraya

Penampakan Mercedes dan Harley Milik Eks Dirut Jiwasraya HendrismanJaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kejagung, Adi Toegarisman (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Sebelumnya, ada lima saksi yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Eks Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, pensiunan Jiwasraya Syahmirwan dan Komisaris PT. Trada Alam Minera (TRAM) Heru Hidayat. Kemudian, Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro dan Direktur Keuangan PT Jiwasraya Hary Prasetyo.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kejagung, Adi Toegarisman mengatakan, kelima tersangka ditahan di tempat yang berbeda. Namun, ia enggan menjelaskan lebih detail mengapa mereka dipisahkan.

"Beberapa pertimbangan. Tentu karena untuk kepentingan pemeriksaan," katanya di Gedung Tindak Pidana Khusus, Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (14/1) malam.

Adi menjelaskan, untuk Benny Tjokro ditahan di Rutan KPK. Hendrisman Rahim di Rutan Guntur Pongdam Jaya, Heru Hidayat di Rutan Salemba Cabang Kejagung. Lalu, Hary Prasetyo di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, dan Syahmirwan di Rutan Cipinang. Saat ditanyai apa peran para tersangka, Adi enggan membeberkannya.

"Begini, itu kan masih tahap penyidikan. Kami tidak mungkin jelaskan peran masing-masing. Makanya, nanti pada saat waktunya akan secara terbuka di sampaikan," jelas Adi.

Adi melanjutkan, kelimanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang mengacu pada Pasal 184 KUHAP. Kelima tersangka juga dijerat Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "(Dasar penetapan tersangka ada keterangan) saksi, surat, dan lain sebagainya. Nanti kita lihat perkembangan ini," ujar Adi.

Sementara itu, terkait berapa nilai kerugian negara akibat kasus ini, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono mengatakan hal itu akan didalami oleh saksi ahli. "Nanti ahli yang akan menentukan nilai kerugian keuangan negara. Nanti BPK atau BPKB yang menentukan," ujarnya.

Baca Juga: Bahas Jiwasraya di DPR, Ini Komentar BEI dan KSEI Soal Saham Gorengan

4. Jiwasraya melanggar prinsip kehati-hatian

Penampakan Mercedes dan Harley Milik Eks Dirut Jiwasraya Hendrisman(Gedung Asuransi Jiwa Jiwasraya, Cikini, Jakarta) IDN Times/Irfan Fathurohman

Sebelumnya, Jaksa Agung, ST Burhanuddin menjelaskan, PT Asuransi Jiwasraya gagal membayar klaim yang telah jatuh tempo. Hal itu juga tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai adanya tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi, investasi, pendapatan, dan biaya operasional.

"Hal ini terlihat pada pelanggaran prinsip-prinsip kehati-hatian dengan berinvestasi yang dilakukan oleh PT Asuransi Jiwasraya yang telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar high grade atau keuntungan tinggi," ungkap Burhanuddin di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (18/12) lalu.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Baca Juga: Jadi Tersangka, Segini Kekayaan Eks Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya