Comscore Tracker

OkeSayur, Aplikasi Belanja Sayur Daring Buatan Mahasiswa UGM

Berdayakan pedagang pasar tradisional, lawan tengkulak

Sleman, IDN Times - Belanja sayur dan kebutuhan dapur kini tidak harus dilakukan di pasar melainkan bisa juga secara online. Salah satunya, melalui aplikasi OkeSayur hasil besutan sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

1. Pasar tradisional melemah akibat perubahan gaya hidup

OkeSayur, Aplikasi Belanja Sayur Daring Buatan Mahasiswa UGMIDN Times/Daruwaskita

Co-Founder OkeSayur, Nindi Kusuma Ningrum, mengatakan ide awal membangun aplikasi OkeSayur berawal dari keprihatiannya terhadap eksistensi pasar tradisional yang semakin melemah karena perubahan gaya hidup moderen. Kebiasaan berbelanja turut bergeser ke pasar-pasar moderen. Aplikasi ini akhirnya dikembangkan sebagai upaya pelestarian pasar lokal.

“OkeSayur hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dalam berbelanja sayur dan kebutuhan dapur. Namun, juga turut menjaga kelestarian pasar-pasar tradisional,” jelasnya, Jumat (8/3).

2. Gandeng 10 mitra dengan 150 produk

OkeSayur, Aplikasi Belanja Sayur Daring Buatan Mahasiswa UGMIDN Times/Humas UGM

Nindi menuturkan sayuran dan berbagai kebutuhan dapur yang ditawarkan diambil dari pasar-pasar tradisional yang berada di Yogyakarta dan Klaten. Untuk saat ini mereka baru menggandeng sekitar 10 mitra pedagang di pasar tradisional. Menyediakan sekitar 150 produk yang terdiri dari sayur, buah, seafood, daging, bumbu dapur, dan produk organik.

“Ada 64 macam sayuran, 39 buah, 40-an jenis seafood, 20-an jenis lauk pauk, serta beberapa produk organik,” terang mahasiswi jurusan Teknologi Informasi Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM ini.

3. Aplikasi belum bisa jangkau seluruh wilayah DIY-Jateng

OkeSayur, Aplikasi Belanja Sayur Daring Buatan Mahasiswa UGMIDN Times/Humas UGM

Aplikasi yang dibuat pada akhir 2017 silam ini, awalnya baru menjangkau konsumen di daerah Klaten, Jawa Tengah. Namun, saat ini layanan telah meluas di Yogyakarta, Sleman, Bantul, serta Kulon Progo.

Bagi masyarakat yang menginginkan belanja di OkeSayur, bisa mengunduh aplikasi ini di Playstore. Selain itu, bisa juga dengan mengunjungi website okesayur.com dan melalui chatting WhatsApp.  Ketika ada pesanan masuk, mereka akan membelanjakan kebutuhan pelanggan di pasar tradisional kemudian menghantarkannya ke konsumen.

“Batas pemesanan maksimal jam 8 pagi untuk diantar hari itu juga. Apabila pesan dilakukan setelahnya maka barang belanjaan akan dikirim kesokan harinya,” katanya.

Setiap pembeli bisa membayar belanjaan melalui sistem pembayaran transfer bank. Selain itu juga dapat membayar langsung saat belanjaan tiba.

Baca Juga: Awas Bikin Ketagihan! Ini 7 Aplikasi Belanja Online Terbaik di Android

4. Cegah tengkulak mainkan harga

OkeSayur, Aplikasi Belanja Sayur Daring Buatan Mahasiswa UGMIDN Times/Daruwaskita

Aplikasi ini dikembangkan Nindi bersama dengan Fadlan Hawali, Alvin Novandi, Silvia, Muhammad Fuad Husein dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM, dan Donatus Yoga dari Sekolah Vokasi UGM, serta Losyiana Luh Jingga Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM.

Lewat aplikasi ini juga berhasil  menghantarkan mereka meraih juara 1 kategori pengembangan bisnis teknologi informasi an komunikasi pada kompetisi nasional Gemastik 2018 lalu.

Nindi menyampaikan, ke depan, mereka berencana akan memperluas jangkauan layanan pelanggan tidak hanya di wilayah Yogyakarta dan Klaten saja. Namun juga akan menjangkau pasar lokal di daerah-daerah pinggiran yang mampu dijangkau konsumen di berbagai daerah.

“Dengan begitu OkeSayur tidak hanya memberikan manfaat bagi pedagang di pasar tradisional, tetapi juga bagi petani yang ingin menjual hasil pertaniannya secara lagsung ke konsumen tanpa melalui tengkulak,” pungkasnya.

Baca Juga: Bandingkan 5 Aplikasi Belanja Online Dalam Negeri, Mana Sih yang Paling Asyik?

Topic:

  • Anata Siregar

Just For You