Comscore Tracker

Harga Cabai di Depok Melonjak Selama PPKM Darurat

Harga daging dan telur juga naik jelang Idul Adha

Depok, IDNTimes - Harga kebutuhan pokok di Depok, Jawa Barat, mengalami kenaikan, khususnya cabai rawit merah dan cabai keriting. Kenaikan ini menjadi keluhan para pedagang, salah satunya di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa-Bali pada 3 Juli lalu.

Seorang pedagang cabai, Jaronah mengatakan, selama PPKM Darurat terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak kunjung mengalami penurunan hingga kini yaitu cabai.

"Iya harga cabai belum terjadi penurunan, ini sudah terjadi sejak pemberlakuan PPKM Darurat atau awal bulan ini," ujar Jaronah, Depok, Senin (19/7/2021).

Baca Juga: Ini Cara Pemkot Depok Tangani COVID-19 dalam Keterbatasan

1. Cabai rawit merah tembus Rp72 ribu per kilogram

Harga Cabai di Depok Melonjak Selama PPKM DaruratCabai rawit merah yang mengalami kenaikan harga Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Jaronah menuturkan, harga cabai rawit merah yang dijual kepada pembeli seharga Rp72 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai rawit merah mencapai Rp40 ribu per kilogram.

"Lonjakannya cukup tinggi mencapai Rp32 ribu per kilogram dalam hitungan 18 hari," ucap dia.

Kenaikan harga cabai juga terjadi pada cabai merah keriting, yakni Rp32 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya cabai merah keriting hanya Rp24 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau dan cabai merah biasa harganya masih terbilang normal.

"Kalau cabai merah biasa saya jual Rp28 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau Rp32 ribu perkilogram," terang Jaronah.   

2. Kenaikan harga cabai disebabkan adanya penyekatan PPKM Darurat

Harga Cabai di Depok Melonjak Selama PPKM DaruratTim gabungan Polres Metro Depok bersama Kodim 0508/Depok dan Pemerintah Kota Depok melakukan penyekatan di Jalan Raya Margonda. (IDNTimes/Dicky)

Jaronah menduga, salah satu penyebab kenaikan harga cabai lantaran adanya penyekatan PPKM Darurat di sejumlah daerah. Karena, kata dia, kendaraan pengangkut sayuran diputar balik hingga harus mengantre lama saat berada di lokasi penyekatan.

"Katanya karena ada truk pengangkut sayuran yang terjebak antrean lama, dan ada yang diputar balik waktu penyekatan," ucap dia.

Selain itu, sejumlah pengemudi truk yang membawa sayuran enggan  mengangkut barang selama PPKM Darurat. Sopir yang telah mengantar sayuran ke Pasar Induk akan mengalami kesulitan saat kembali ke daerah asalnya.

"Kalau truk dari Jawa ke Jakarta yang membawa sayuran ada yang bisa melintas, tapi kan setelah sayuran di-drop truk mereka kosong, jadi susah balik lagi karena penyekatan," tutur Jaronah.

3. Jelang Idul Adha harga daging dan telur naik

Harga Cabai di Depok Melonjak Selama PPKM DaruratIlustrasi penjualan daging sapi dan daging kerbau. ANTARA FOTO/Rahmad

Kasubag TU UPT Pasar Kemirimuka, Wahyu Syahadat, mengatakan sejak satu minggu lalu, terjadi kenaikan harga sembako di Pasar Kemirimuka. Kenaikan harga tersebut meliputi daging sapi dan telur yang diperkirakan mengalami kenaikan karena menjelang Idul Adha.

"Mendekati Idul Adha harga daging sapi dan telur naik, dan itu sudah terjadi sejak satu pekan ini," ujar dia.

Wahyu menjelaskan, harga daging sapi di Pasar Kemirimuka mencapai Rp130 ribu yang sebelumnya Rp125 ribu per kilogram, atau terjadi kenaikan Rp5 ribu. Sedangkan, telur ayam ras terjadi kenaikan Rp2 ribu per kilogram.

"Telur ayam ras juga naik sebelumnya Rp22 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp24 ribu per kilogram. Untuk harga ayam masih tepat stabil yakni 36 ribu per kilogram," jelas dia.

4. Aktivitas Pasar dibatasi selama PPKM Darurat

Harga Cabai di Depok Melonjak Selama PPKM DaruratIlustrasi Pasar (IDN Times/Besse Fadhilah)

Wahyu menuturkan, pihaknya telah melakukan penelusuran penyebab kenaikan harga di Pasar Kemirimuka, mulai dari harga cabai hingga daging. Dari penuturan pedagang, salah satu penyebab kenaikan harga dikarenakan lambatnya pengiriman sembako akibat PPKM Darurat, serta karena menjelang Idul Adha.

"Iya salah satunya karena penyekatan PPKM Darurat di sejumlah daerah," ujar dia.

Wahyu menambahkan, selama PPKM Darurat juga telah dilakukan pembatasan kegiatan Pasar Kemirimuka. Pembatasan dilakukan mulai pukul 05.00 hingga 18.00 WIB.

"UPT Pasar Kemirimuka melakukan pembatasan jumlah pengunjung dan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19," tegas Wahyu.

Baca Juga: Kapolda Metro Bagikan Paket Sembako untuk Warga Depok Terdampak PPKM

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya