Comscore Tracker

Mendag Optimis GSP Indonesia Tidak Akan Dicabut

Para pengusaha jangan khawatir dulu ya

Surabaya, IDN Times - Perekonomian Indonesia sempat gempar akibat wacana pencabutan Generalized System of Preferences (GSP) terhadap 124 produk Indonesia yang diekspor ke Amerika. GSP merupakan fasilitas yang diberikan Amerika terhadap beberapa negara untuk membebaskan biaya bea masuk. Apabila fasilitas GSP ini dicabut, maka pengusaha-pengusaha Indonesia perlu mengeluarkan dana besar untuk membayar bea masuk Amerika. 

Untuk itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bernegosiasi dengan Duta Besar USTR (United States Trade Representative) Robert E Lighthizer di Washington DC, Senin (6/8). Malahan Amerika Serikat (AS) mengajukan permohonan kepada World Trade Organization (WTO) untuk memberikan sanksi kepada Indonesia karena sengketa dagang senilai US$350 juta atau Rp5 triliun. Namun hingga kini keputusan terkait pencabutan GSP belum dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

1. Optimis tidak akan dicabut

Mendag Optimis GSP Indonesia Tidak Akan DicabutIDN Times/Ardiansyah Fajar

Enggartiasto mengaku tidak menyiapkan langkah khusus apabila GSP Indonesia jadi dicabut. Hal ini lantaran ia optimis GSP Indonesia akan tetap dipertahankan. "Jangan kita andai-andai. Sebab saya tidak akan diundang kalau mereka bilang pasti dicabut," ujarnya usai memberikan kuliah umum di Universitas Airlangga, Rabu (8/8).

2. Akan kembali temui USTR

Mendag Optimis GSP Indonesia Tidak Akan DicabutIDN Times/Fitria Madia

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya mencegah terjadinya pencabutan GSP yang dapat berujung pada perang dagang ini. Ia akan kembali menemui Lighthizer di Asean Summit pada September mendatang. "Kita janjian di Singapore, di tengah-tengah persidangan Asean. Kita tunjukkan dulu progresnya mengenai komitmen yang sudah kita buat," terangnya.

Baca Juga: Korut Meraup Untung $200 Juta Dari Ekspor Komoditi Terlarang

3. Sempat digugat AS

Mendag Optimis GSP Indonesia Tidak Akan DicabutIDN Times/Fitria Madia

Terkait gugatan AS sebesar Rp5 triliun, Enggar mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu cemas dulu. Pihaknya akan tunjukkan komitmen-komitmen perdagangan kepada World Trade Organization (WTO). "Mereka gunakan haknya dulu (untuk melapor). Kita akan tetap terus tunjukkan komitmen-komitmen kita," tuturnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Indonesia Bebaskan Tarif Ekspor untuk Palestina

Topic:

  • Faiz Nashrillah
  • Fitria Madia

Just For You