Comscore Tracker

Bukalapak Rilis Fitur BukaBantuan via Live Chat 

Bukalapak rilis fitur BukaBantuan via live chat

Jakarta, IDN Times - Mulai bulan Juni mendatang, seluruh pelanggan Bukalapak yang memiliki pertanyaan atau membutuhkan bantuan seputar transaksi dan informasi di Bukalapak dapat langsung menghubungi BukaBantuan, via Live Chat melalui aplikasi Bukalapak atau melalui link bl.id/bukabantuan.

“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk komitmen dari BukaBantuan dalam meningkatkan fokus layanan di Marketplace Bukalapak untuk para pengguna Bukalapak," ujar Tine Ervina, VP Customer Satisfaction Management Bukalapak, Jumat (27/5/2022).

"Live Chat merupakan cara kami terhubung dengan seluruh pengguna marketplace Bukalapak dengan mudah, nyaman, aman dan efisien terutama di tengah situasi pandemik yang masih berlangsung," tambahnya.

Baca Juga: Cuan, Bukalapak Cetak Laba Bersih Rp14,5 Triliun di Kuartal I-2022

1. Total processing value bukalapak Q1 2022 tumbuh 25 persen

Bukalapak Rilis Fitur BukaBantuan via Live Chat Logo Bukalapak (Website/bukalapak.com)

Bukalapak terus menunjukkan pertumbuhan yang positif, dengan total processing value (TPV) selama kuartal pertama tahun 2022 (Q1-2022) tumbuh sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp34,1 triliun pada Q1-2022.

Pertumbuhan TPV Perseroan didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 34 persen sepanjang 3 bulan pertama di tahun 2021 (Q1-2021) sampai dengan Q1-2022.

"Sebanyak 74 persen TPV perseroan berasal dari luar daerah tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat," ucapnya.

2. Mitra jadi penggerak utama pertumbuhan

Bukalapak Rilis Fitur BukaBantuan via Live Chat idntimes.com

Adapaun, mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan perseroan. TPV Mitra pada Q1-2022 bertambah sebesar 78 persen menjadi Rp 17,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi Mitra terhadap TPV perseroan meningkat dari 35 persen pada Q1-2021 menjadi 51 persen pada Q1-2022.

"Pertumbuhan Mitra ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir Maret 2022, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 13,1 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021," katanya.

Baca Juga: Pengamat: IPO Bukalapak Jadi Alasan GoTo Tetapkan Harga Saham Rendah

3. Pendapatan Bukalapak tembus Rp788 miliar

Bukalapak Rilis Fitur BukaBantuan via Live Chat Emiten bukalapak (https://www.idxchannel.com)

Lebih lanjut, pendapatan Bukalapak pada Q1-2-22 tumbuh sebesar 86 persen menjadi Rp788 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan mitra pada Q1-2022 meningkat sebesar 227 perssen menjadi Rp 472 miliar, atau naik sebesar 47 persen dibandingkan Q1-2021.

Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan menunjukkan peningkatan dari 34 persen pada Q1-2021 menjadi 60 persen pada Q1-2022.

Perseroan memiliki komitmen untuk fokus pada strategi agar dapat mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik. Pada periode Q1-2022, rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk kompensasi berbasis saham) terhadap TPV menjadi 1 persen dibandingkan dengan 1,1 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Margin kontribusi Bukalapak, yang dihitung sebagai laba kotor dikurangi beban penjualan dan pemasaran terhadap TPV, menunjukkan peningkatan dari -0,3 persen pada Q1-2021 menjadi -0,1 persen terhadap TPV di Q1-2022. Margin kontribusi Marketplace Bukalapak terhadap TPV Marketplace meningkat dari -0,2 persen di Q1-2021 menjadi 0,2 persen di Q1-2022, sementara margin kontribusi Mitra terhadap TPV Mitra membaik dari -0,5 persen di Q1-2021 menjadi -0,4 persen di Q1-2022," paparnya.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya