Comscore Tracker

Dunia Dibayangi Resesi, Rupiah Dibuka Melemah Pagi ini

Kurs rupiah melemah ke level Rp14.942 per dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah kembali keok atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (4/7/2022). Kurs mata uang Garuda dibuka melemah 26 poin ke level Rp14.942 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Seperti dikutip dari Bloomberg, hingga pukul 09.01, kurs mata uang Garuda masih melemah ke level Rp14.942.

Baca Juga: AS Diambang Resesi Tahun Ini, Sri Mulyani Waspadai Dampaknya ke RI

1. Sentimen resesi dan kebijakan The Fed terus tekan rupiah

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah masih berpotensi tertekan terhadap dollar AS hari ini karena sentimen resesi dan The Fed.

"Yield obligasi AS terlihat menurun drastis, yang artinya banyak pelaku pasar membeli obligasi AS beberapa hari belakangan ini untuk mengamankan nilai aset mereka," kata Ariston sata dikonfirmasi IDN Times pada Senin (4/7/2022).

Baca Juga: IHSG Anjlok Pagi Ini, 8 Saham Cocok Jadi Watchlist Investor

2. Isu resesi berimbas kepada beralihnya investasi pelaku pasar keuangan ke obligasi AS

Dikatakan Ariston, yield obligasi AS tenor 10 tahun sudah bergerak di bawah 3 persen yaitu di kisaran 2,88 persen. Isu resesi menjadi penyebab beralihnya investasi pelaku pasar keuangan ke obligasi AS.

"Harga aset berisiko termasuk rupiah pun berpotensi dalam tekanan. Di tengah kebijakan pengetatan moneter bank sentral dunia di tambah inflasi yang tinggi, risiko resesi meningkat," ucap Ariston.

Baca Juga: 3 Strategi BI Hadapi Ancaman Stagflasi Global

3. Pasar global terus antisipasi kenaikan suku bunga acuan AS

Selain itu, kata Ariston, pasar juga masih mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif.

Perbedaan yield antara Indonesia dan AS yang menyempit mendorong pasar mencari aman di aset dolar AS dibandingkan rupiah sehingga ini ikut memberikan tekanan ke rupiah.

"Untuk prediksi rupiah hari ini potensi tekanan ke arah Rp14.980-Rp15 ribu, dengan potensi support di kisaran Rp14.900," kata Ariston.

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya