Comscore Tracker

Gagal Comeback di Penutupan, Rupiah Melemah Seharian

Rupiah ditutup melemah 1 poin ke level Rp14.838 per dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah harus mengakui keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (19/8/2022).

Dikutip dari Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah 1 poin ke level Rp14.838 per dolar AS pada perdagangan sore ini. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp14.836.

Baca Juga: Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok Melemahnya Rupiah Pagi Ini

1. Sentimen The Fed tekan rupiah di akhir pekan

Analis PT Sinarmas Futures, Ariston Tjendra, mengatakan nilai tukar rupiah melemah selama beberapa hari terakhir ini karena sentimen The Fed. Nilai tukar regional juga terlihat melemah terhadap dolar AS

"Notulen rapat the Fed yang dirilis Kamis dinihari mengindikasikan bahwa The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya tahun ini karena The Fed belum melihat inflasi AS menurun signifikan," kata Ariston saat dikonfirmasi oleh IDN Times pada Jumat (19/8/2022) sore. 

2. Petinggi The Fed kompak serukan kenaikan suku bunga

Selain itu, kata Ariston, para petinggi Bank Sentral AS melemparkan komentar yang mendukung kenaikan suku bunga acuan AS karena tingkat inflasi AS yang masih tinggi. James Bullard, Presiden Bank Sentral AS area St Louis, contohnya secara konsiten mendorong kenaikan suku bunga agar terus dilakukan tahun ini karena inflasi AS masih tinggi.

"Pasar juga masih mengkhawatirkan pelambatan ekonomi di China yang bisa mempengaruhi perekonomian negara lainnya. Ini juga mendorong pasar masuk ke aset aman dolar AS," katanya.

Baca Juga: Jokowi Khawatir Rivalitas Negara Besar Ganggu Stabilitas

3. Proyeksi rupiah pekan depan

Di sisi lain, rilis data transaksi berjalan Indonesia kuartal ke-2 yang surplus membantu menahan pelemahan rupiah. Siang tadi, terlihat pelemahan rupiah terhadap dolar AS mengecil.

Pekan depan, mungkin sentimen the Fed ini masih bertahan dan ditambah dengan kekhawatiran pelambatan ekonomi. Sehingga, rupiah mungkin bisa melemah dan masuk lagi ke area Rp14.900.

"Rupiah akan berada di kisaran Rp14.800 sampai dengan Rp14.950," ucap Ariston.

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya