Rupiah Perkasa Terhadap Dolar AS pada Perdagangan Awal Pekan

Kurs rupiah dibuka menguat 22,5 poin ke level Rp14.979

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs mata uang rupiah berhasil menguat atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (11/7/2022).

Dilansir Bloomberg, kurs rupiah dibuka menguat 22,5 poin ke level Rp14.979 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

1. Rupiah menguat terhadap dolar AS didukung penguatan risk-appetite dari investor

Rupiah Perkasa Terhadap Dolar AS pada Perdagangan Awal PekanIlustrasi Kurs Rupiah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Analis Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah cenderung menguat terhadap dolar AS karena didukung penguatan risk-appetite dari investor. Risk appetite meningkat setelah pemerintah China mempertimbangkan untuk memberikan stimulus pembiayaan infrastruktur.

"Penguatan rupiah juga didukung oleh proyeksi inflasi yang lebih rendah di AS, sejalan dengan pasar tenaga kerja AS yang melonggar," kata Josua saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (11/7/2022).

2. Obligasi IDR diperdagangkan bervariasi

Rupiah Perkasa Terhadap Dolar AS pada Perdagangan Awal PekanIlustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)

Di tengah meningkatnya sentimen risk-on di pasar keuangan, obligasi IDR diperdagangkan bervariasi. Pekan lalu, yield obligasi 10-tahun IDR naik 1bps menjadi 7,27 persen.

"Volume perdagangan obligasi pemerintah tercatat rata-rata Rp10,17tn pada minggu lalu, lebih rendah dari minggu sebelumnya, Rp15,36tn," ujarnya.

Baca Juga: INDEF Kritisi Upaya Pengetatan Likuiditas Bank Indonesia

3. Prediksi rupiah sore hari

Rupiah Perkasa Terhadap Dolar AS pada Perdagangan Awal PekanMata uang Rupiah (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Dikatakan Josua, optimisme konsumen Indonesia sedikit menurun pada Juni 2022. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia pada Juni 2022 sebesar 128,2, turun -0,57 persen mouth to mouth dari Mei sebesar 128,9.

Kedua komponen indeks tersebut tercatat di atas 100. Secara lebih rinci, Indeks Perekonomian Saat Ini, tercatat sebesar 114,5 dan Indeks Ekspektasi Konsumen sebesar 141,8, menunjukkan persepsi konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini dan ke depan tetap positif.

"Namun, Indeks Ekonomi saat ini pada bulan Juni tercatat lebih rendah di 114,5, turun 1,6 persen mtm. Menurunnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini kemungkinan terkait dengan tingginya inflasi di bulan Juni yang berdampak pada turunnya daya beli konsumen," katanya.

Pekan lalu, rupiah diperdagangkan melemah sebesar 0,26 persen week to week. Rupiah diperkirakan berkisar ditutup bervariasi pada penutupan sore Rp14.925-Rp15.050.

Baca Juga: Harga Minyak Turun, Rupiah Menguat ke Level Rp14.368

Topik:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya