Comscore Tracker

Ada Vaksin, Airlangga Pede Ekonomi RI Capai 5,5 Persen di 2021

Program vaksinasi ditargetkan selesai di akhir 2021

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh positif di 2020. Optimisme tersebut didukung oleh berbagai kebijakan Pemerintah dalam upaya penganganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang dimulai tahun lalu.

“Hampir seluruh lembaga menilai bahwa pertumbuhan kita di tahun 2020 terkontraksi lebih kecil dari berbagai negara lain, tentu kita akan melihat bahwa di tahun 2021 pertumbuhan kita akan ada di sekitar 4,5-5,5 persen,” kata Airlangga dalam keterangan resminya, Selasa (26/1/2021).

1. Optimisme juga didorong oleh program vaksinasi

Ada Vaksin, Airlangga Pede Ekonomi RI Capai 5,5 Persen di 2021Ilustrasi Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Airlangga menyampaikan, optimisme pemerintah kian menguat setelah program vaksinasi telah berjalan. Diharapkan, pada Desember 2021 program tersebut telah selesai dilaksanakan.

“Pemerintah sudah membuat jadwal dimana jadwal ini Presiden meminta bahwa vaksinasi akan diselesaikan di bulan Desember. Diharapkan vaksinasi ini dapat mencapai target. Sekarang sekitar 179 ribu orang telah divaksinasi,” ucap dia.

Menurut Airlangga, berdasarkan arahan Presiden tersebut, masyarakat yang direncanakan akan divaksinasi Januari-Maret 2022 akan dipercepat.

Baca Juga: Erick Thohir Beberkan 3 Hal yang Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi RI

2. Sejumlah indikator ekonomi membaik

Ada Vaksin, Airlangga Pede Ekonomi RI Capai 5,5 Persen di 2021Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Disisi lain, sejumlah indikator ekonomi mengalami perbaikan. Indeks keyakinan konsumsen masyarakat misalnya, mulai menunjukkan pemulihan tingkat kepercayaan dalam konsumsi. Hal ini tercermin dari peningkatan indeks keyakinan konsumen yang membaik ke level 96,5 di Desember 2020. Airlangga berharap indeks tersebut dapat naik ke 100.

Dunia usaha juga mulai bangkit, aktivitas manufaktur telah memasuki fase ekspansi (51,3) di bulan Desember 2020. “Impor barang baku dan barang modal sudah meningkat,” ucap dia.

Permintaan akan Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Airlangga pun mengungkapkan bahwa tahun lalu realisasi KUR mencapai target 100 persen.

“Penggunaan dari financial technology (fintech) juga sudah baik, angkanya sudah mencapai Rp140 triliun. Fintech adalah proxy untuk kegiatan Usaha Kecil dan Mikro (UKM),” imbuh dia.

3. Dari sisi eksternal, indikator ekonomi Indonesia masih terjaga baik

Ada Vaksin, Airlangga Pede Ekonomi RI Capai 5,5 Persen di 2021Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Ketahanan sektor eksternal juga masih terjaga dengan baik. Hal ini didukung oleh neraca perdagangan yang telah mengalami surplus selama 8 bulan berturut-turut hingga sepanjang tahun 2020, serta surplus secara kumulatif mencapai 21,74 miliar dolar AS.

Mantan Menteri Perindustrian ini juga menuturkan bahwa IHSG dan nilai tukar Rupiah tengah membaik. Rupiah mencatat penguatan tertinggi sejak Maret 2020.

“Indonesia adalah salah satu negara yang mampu menjaga pergerakan nilai tukar dibandingkan dengan negara-negara lain,” imbuh dia.

Baca Juga: Instruksi Jokowi: dari soal Vaksin COVID-19 Hingga Pertumbuhan Ekonomi

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya