Comscore Tracker

AstraZeneca Sediakan 100 Juta Vaksin COVID-19 untuk Indonesia

Tahap pertama 50 juta dulu

Jakarta, IDN Times - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa AstraZeneca telah berkomitmen menyediakan 100 juta vaksin COVID-19 untuk Indonesia. Untuk tahap pertama, perusahaan asal Inggris tersebut akan menyiapkan 50 juta vaksin.

"Sekarang sedang berangkat Menkes (Terawan Agus Putranto), Menlu (Retno Marsudi), Menteri BUMN (Erick Thohir) untuk mempersiapkan 50 juta yang di-order pertama dan dibayar," kata Airlangga dalam diskusi virtual, Senin (12/10/2020).

1. Pemerintah melalui Bio Farma juga siapkan 260 juta vaksin COVID-19 dengan Tiongkok

AstraZeneca Sediakan 100 Juta Vaksin COVID-19 untuk IndonesiaPresiden Joko Widodo tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19, Selasa (11/8/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Di luar itu, kata Airlangga, pemerintah bersama Bio Farma sedang mempersiapkan vaksin COVID-19 sebanyak 260 juta dosis vaksin bersama perusahaan asal Tiongkok Sinovac. Pengadaan ini akan dilakukan secara bertahap.

"Persiapannya sedang dilakukan," ucap dia.

Baca Juga: Bio Farma Minta Kucuran Rp45,5 Triliun untuk 260 Juta Dosis Vaksin

2. Tenaga medis hingga guru bakal mendapat prioritas vaksin COVID-19

AstraZeneca Sediakan 100 Juta Vaksin COVID-19 untuk IndonesiaIlustrasi tenaga medis (IDN Times/Mia Amalia)

Adapun pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi. Vaksinasi tersebut didasarkan pada kelompok prioritas yang memiliki tingkat kerentanan terkena virus yang tinggi, memiliki fungsi penting dalam melakukan pelayanan publik, dan berperan strategis.

Sasaran penerima vaksin tersebut, antara lain:

1. Garda terdepan (medis dan paramedis contact tracing, pelayanan publik termasuk TNI/Polri, aparat hukum) sebanyak 3,4 juta orang.

2. Masyarakat (tokoh agama/masyarakat), perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW), sebagian pelaku ekonomi sebanyak 5,6 juta orang.

3. Seluruh tenaga pendidik (PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan sederajat perguruan tinggi) sebanyak 4,3 juta orang.

4. Aparatur pemerintah (pusat, daerah dan legislatif) sebanyak 2,3 juta orang.

5. Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 86 juta orang.

“Kemudian ditambah masyarakat yang usianya 19-59 tahun sebanyak 57 juta orang. Jadi total sekitar lebih kurang 160 juta orang. Presiden juga meminta agar roadmap pemberian vaksin bisa diselesaikan dalam minggu ini,” imbuhnya.

3. Pemerintah akan awasi 12 kota secara detail

AstraZeneca Sediakan 100 Juta Vaksin COVID-19 untuk IndonesiaPresiden Joko Widodo tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19, Selasa (11/8/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Sementara itu, mengenai perkembangan penanganan pandemi COVID-19, Airlangga melaporkan bahwa Tingkat Kesembuhan (recovery rate) mencapai 76,48 persen dan tingkat kematian (case fatality rate) sebesar 3,55 persen, per 11 Oktober 2020. Kemudian terkait bed occupancy ratio (BOR) di RSDC Wisma Atlet sebesar 48,68 persen dan BOR Flat Isolasi Mandiri sebesar 47,59 persen.

“Terkait 3T yaitu test, trace, dan treat sudah dikerjakan dengan baik dan berbasis standar. Tadi Presiden juga meminta untuk pengawasan yang lebih detail dan mikro di 12 kabupaten/kota yang punya kasus aktif lebih dari 1000,” jelas pria yang juga Menko Perekonomian ini.

12 Kabupaten/Kota yang perlu mendapat perhatian tersebut antara lain Ambon, Jakarta Utara, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Jayapura, Padang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Pekanbaru, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3M: Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan, atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Bukan Indonesia, Brasil Kini Jadi Pembeli Terbesar Vaksin Sinovac

Topic:

  • Anata Siregar
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya