Comscore Tracker

Ciri-ciri Calon Ibu Kota Baru Mulai Terungkap

Beberapa indikasi mulai mengarah ke sejumlah wilayah

Jakarta, IDN Times - Teka-teki terkait calon ibu kota baru pengganti Jakarta mulai terungkap secara perlahan. Meski tidak secara terang-terangan, namun beberapa indikasi mulai muncul. 

Sebelumnya, ibu kota telah dipastikan akan pindah ke Pulau Kalimantan. Namun, tidak disebutkan lokasi tepatnya. Saat ini, proses pemindahan ibu kota masih dalam tahap kajian.

Lalu, apa ciri-ciri calon ibu kota baru ya? 

Baca Juga: Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Baru Saya Umumkan kalau Sudah Komplet

1. Wilayah pertambangan

Ciri-ciri Calon Ibu Kota Baru Mulai Terungkap

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan jika nantinya calon ibu kota baru merupakan wilayah yang banyak pertambangan. Jika ditelusuri lebih jauh, wilayah pertambangan paling banyak berada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Sehingga, kedua wilayah tersebut menjadi indikasi calon ibu kota baru.

"Yang perlu diperhatikan di rencana lokasi adalah kualitas airnya karena di sana banyak tambang-tambang. Jadi itu pasti nanti mempengaruhi kualitas air terutama air permukaannya," ujarnya saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (1/8).

2. Calon ibu kota tidak harus besar

Ciri-ciri Calon Ibu Kota Baru Mulai TerungkapIDN Times/Hana Adi Perdana

Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, calon ibu kota baru nanti tidak harus memiliki wilayah geografi yang luas. Kalimantan Utara misalnya, ibu kota dari wilayah tersebut adalah Tanjung Selor. Padahal, wilayah terluas di Kalimantan Utara adalah Tarakan.

"Banyak dari kita bepikir kalau ibu kota harus besar. Karena dari kecil kita berpikir Jakarta itu besar. Ibu kota tidak harus kota terbesar," kata dia.

3. Bebas bencana

Ciri-ciri Calon Ibu Kota Baru Mulai Terungkappixabay.com/Comfreak

Selain itu, lanjut Bambang, calon ibu kota baru juga harus bebas bencana. Dia ingin memastikan pusat pemerintahan nanti harus minim dari bencana.

 "Semaksimal mungkin kita menghindari dari bencana, dengan melihat sejarah daerah mana saja yang pernah terdampak banjir, kebakaran hutan, gempa bumi, maupun longsor," katanya.

Baca Juga: Menteri PPN Ungkap Tahapan Pembangunan Ibu Kota Baru

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya