Comscore Tracker

Data Pengguna Lazada Sempat Kebobolan, Kini Diklaim Sudah Aman

Pengguna Lazada diminta mengubah password

Jakarta, IDN Times - Raksasa e-commerce asal Singapura, Lazada, kebobolan. Sejumlah data pengguna mereka pun diambil. Ada beberapa informasi dan sebagian kartu kredit dari kurang lebih 1,1 juta pengguna yang diambil.

"Informasi pengguna yang diakses secara ilegal termasuk nama, nomor telepon, email, alamat surat-menyurat, kata sandi yang dienkripsi dan sebagian nomor kartu kredit," kata juru bicara Lazada seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (1/11/2020).

1. Lazada klaim data pengguna telah aman

Data Pengguna Lazada Sempat Kebobolan, Kini Diklaim Sudah Amaninstagram.com/lazada_id

Aksi kejahatan siber itu langsung ditindaklanjuti Lazada dengan menutup akses ke basis data mereka. Lazada menyebut data pengguna aman.

Lazada menyatakan data yang diambil berasal dari platform RedMart milik mereka, yang berusia lewat dari 18 bulan.

"Kami telah mengambil tindakan segera untuk memblokir akses tidak sah ke database. Melindungi data dan privasi pelanggan kami adalah prioritas utama, dan kami bekerja dengan cepat untuk menyelesaikannya,” ucap Lazada.

Baca Juga: CMO Lazada: Tantangan Terbesar Saat Masa Pandemik Ada di Mikro UMKM

2. Pengguna akun akan diminta memasukkan kata sandi baru

Data Pengguna Lazada Sempat Kebobolan, Kini Diklaim Sudah AmanPixabay.com/AchinVerma

Lazada juga memastikan bahwa kata sandi dari akun pengguna dilindungi oleh enkripsi. Oleh karena itu, pengguna akan diminta untuk melakukan perubahan kata sandi.

"Sebagai langkah pengamanan lebih lanjut, kami telah mengeluarkan Anda dari akun yang ada, dan Anda akan diminta untuk memasukkan kata sandi baru setelah Anda masuk," kata perusahaan.

3. Tentang Lazada

Data Pengguna Lazada Sempat Kebobolan, Kini Diklaim Sudah AmanIDN Times/Aldzah Fatimah Aditya

Lazada merupakan platform asal Singapura yang didirikan pada 2012 silam. Saham dari perusahaan ini mayoritas dimiliki oleh Alibaba Group Holding Limited.

Perusahaan ini telah beroperasi di sejumlah negara, seperti Filipina, Malaysia, Thailand hingga Vietnam. Perusahaan ini rencananya akan disuntik modal oleh Alibaba Group guna memperkuat daya saingnya dengan kompetitor lain.

Baca Juga: Shopee, Tokopedia dan Lazada Jadi Raja E-Commerce di Kuartal III

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya