Comscore Tracker

Indef Ungkap Alasan Investor Asing Ogah Tanam Modal di Indonesia

Soal potensi pasar, Indonesia sudah cukup menjanjikan

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengungkapkan kekesalannya belum lama ini. Penyebabnya, banyak investor dari Tiongkok yang terdampak perang dagang justru pindah ke Vietnam. 

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Indonesia seharusnya bisa jadi destinasi pilihan bagi para investor untuk menanamkan modalnya. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan, Indonesia saat ini dianggap kurang menarik dan terputus dari rangkai pasok global. 

"Faktor utama salah satunya karena ruwetnya perizinan relokasi industri manufaktur," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Minggu (8/9).

1. Perizinan di Vietnam lebih terintegrasi

Indef Ungkap Alasan Investor Asing Ogah Tanam Modal di IndonesiaANTARA FOTO/REUTERS/Kham

Vietnam, kata Bhima, sistem perizinannya justru lebih harmonis. Kondisi itu justru tidak terjadi di Indonesia. 

"Indonesia antara pemerintah pusat dan daerah belum klop. Contohnya soal OSS BKPM dan di tingkat daerah masih terhambat izin wilayah," ungkapnya. 

2. Permasalahan insentif fiskal

Indef Ungkap Alasan Investor Asing Ogah Tanam Modal di IndonesiaInstagram.com/@bhimayudhistira

Tidak hanya perizinan, insentif fiskal di Indonesia juga dinilai jadi penyebab Indonesia tak dilirik investor. Penyebabnya, insentif yang ditawarkan kurang menarik bagi mereka. 

"Kalau di Indonesia pemerintah kasih banyak insentif tax holiday, tax allowances tapi belum tentu investor tertarik. Ada juga kan investor di sektor tekstil misalnya lebih memilih insentif diskon tarif listrik di jam sibuk atau keringanan bea masuk untuk pengadaan mesin baru," jelas Bhima.

Baca Juga: Sebelum Punya Jutaan Investor, Begini Sejarah Bursa Efek Indonesia

3. Biaya logistik masih mahal

Indef Ungkap Alasan Investor Asing Ogah Tanam Modal di IndonesiaIDN Times/Istimewa

Faktor lainnya, lanjut Bhima, adalah biaya logistik yang masih mahal. Biaya logistik saat ini ada di kisaran 22-24 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

"Artinya seperempat biaya sebuah produk sudah habis untuk ongkir sendiri. Infrastruktur industri masih tertinggal, belum proses bea cukai yang lama," tegasnya. 

4. Kebutuhan SDM yang tidak memadai

Indef Ungkap Alasan Investor Asing Ogah Tanam Modal di IndonesiaIDN Times/Arifin Al Alamudi

Terakhir, Bhima menyebut jika masalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan industri masih belum memadai. Untuk itu, dia berharap program pemerintah khususnya pendidikan vokasi, dapat mendorong daya saing para pekerja Indonesia. 

"Karena SDM kita kurang kompetitif. Yang diajarkan di lembaga pendidikan nggak nyambung sama kebutuhan rantai pasok global. Itu PR yang perlu diperbaiki. Reformasi institusi pendidikan scara radikal yang diperlukan," ujarnya.

Baca Juga: Investor Asing Tinggalkan Sektor yang Penuh Tenaga Kerja, Mengapa?

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Just For You