Jokowi Targetkan Tol Manado-Bitung Rampung di 2020

Masalah pembebasan lahan jadi penghambat

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo berharap proyek jalan Tol Manado-Bitung bakal rampung pada April 2020 mendatang. 

Sejatinya, proyek itu ditargetkan selesai pada akhir 2019. Sayangnya, masalah pembebasan lahan sepanjang 13 kilometer (km) menjadi penghambat. Namun, masalah tersebut saat ini telah diselesaikan.

Baca Juga: Dukung Konektivitas Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu Rampung 2020 

1. Diharapkan jadi pendukung sektor pariwisata Sulawesi Utara

Jokowi Targetkan Tol Manado-Bitung Rampung di 2020ANTARA FOTO/Aji Styawan

Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung itu diharapkan tidak hanya memudahkan akses barang dan jasa ke Pelabuhan Internasional Bitung, salah satu pintu ekspor impor bagi kawasan Indonesia bagian timur, namun juga mendukung sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di Pulau Lembeh.

“(Tol Mabit) Akan mendukung keduanya, pariwisata dan industri. Pariwisata baru di Pulau Lembeh dan mendukung industri terutama industri perikanan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sebagai akses pelabuhan. Ini akan men-trigger perekonomian di Bitung berkembang,” kata Jokowi seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Minggu (7/7).

2. Dibangun jembatan

Jokowi Targetkan Tol Manado-Bitung Rampung di 2020ANTARA FOTO/Jojon

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah akan membangun jembatan ke Pulau Lembeh yang akan dimulai pada 2020.

"Nantinya, tol ini tidak hanya terkoneksi untuk pelabuhan dan KEK Bitung dan Tanjung Pulisan–Likupang saja, tetapi juga untuk kawasan pariwisata Pulau Lembeh yang dapat di akses melalui Pelabuhan Bitung,” kata Basuki.

Akses tersebut, lanjut Menteri PUPR, berupa dibangunnya jembatan penghubung dari Pelabuhan Bitung ke Pulau Lembeh dengan panjang sekitar 1 km, dengan kebutuhan anggaran Rp500 miliar untuk dimulai konstruksinya pada 2020.

3. Tol Manado-Bitung dibangun dengan skema KPBU

Jokowi Targetkan Tol Manado-Bitung Rampung di 2020

Tol Manado-Bitung dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi total Rp6,19 triliun. Kehadiran tol pertama di Sulawesi Utara ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh Manado ke Bitung dan sebaliknya, dari saat ini sekitar 90-120 menit menjadi sekitar 30 menit. 

Selain itu, juga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan arteri yang sudah mulai mengalami kepadatan.

4. Jalan Tol Manado-Bitung memiliki dua seksi

Jokowi Targetkan Tol Manado-Bitung Rampung di 2020

Adapun tol ini terdiri dari seksi 1 Ring Road Manado-Sukur-Air Madidi sepanjang 14 km dan dikerjakan oleh Kementerian PUPR, dengan progres Seksi 1A sepanjang 7 km yang pembangunannya mencapai 90,65 persen dan ditargetkan bisa selesai pada Oktober 2019. Serta seksi 1B sepanjang 7 km yang sudah rampung 100 persen dan ditargetkan beroperasi pada Oktober 2019.

Pendanaan pemerintah untuk konstruksi Seksi 1 sebesar Rp3 triliun, merupakan dukungan pemerintah untuk meningkatkan tingkat kelayakan investasi jalan tol Mabit.

Sedangkan Seksi 2 Air Madidi–Bitung (25 km) dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Manado Bitung, yang terbagi Seksi 2A Air Madidi–Danowudu (11,5 km) progresnya 87,23 persen dan Seksi 2B Danowudo–Bitung (13,5 km) progresnya 19,37 persen.

Jalan tol ini memiliki lima Simpang Susun (SS) yaitu, SS Manado, SS Air Madidi, SS Kauditan, SS Danowudu, dan SS Bitung.

Baca Juga: Pemerintah Cari Solusi Berdayakan Ekonomi Kota-kota Sekitar Jalan Tol

Topik:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya