Comscore Tracker

Menteri PPN Ungkap Banyak Daerah Memanipulasi Data Kemiskinan

Perubahan sesuai kepentingan

Jakarta, IDN Times - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Manoarfa mengungkapkan, banyak daerah yang memanipulasi data kemiskinan. Hal itu terjadi pada kondisi-kondisi tertentu.

"Banyak daerah ketika ditanya jumlah orang miskinnya, karena ingin daerahnya dicatat telah sukses menurunkan jumlah orang miskin, maka jumlah itu dikurangi. Tetapi ketika ada pembagian bansos, daerah mengatakan jumlah orang miskin bertambah," ujarnya saat membuka Rakorbangpus 2020 secara virtual, Selasa (12/5).

1. Manipulasi terjadi tidak hanya saat pandemik COVID-19 saja

Menteri PPN Ungkap Banyak Daerah Memanipulasi Data KemiskinanMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa di Kementerian Perhubungan. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Baca Juga: Badai PHK Menerjang, Potensi Kemiskinan Baru Tak Terbendung

Suharso mengungkapkan, manipulasi data ini tidak hanya terjadi pada masa-masa pandemik COVID-19 saja, juga pada saat normal. Dia menekankan agar seluruh kepala daerah memberikan laporan data yang akurat dan sebenarnya.

"Akurasi dan kelengkapan data, kemudian diperbaharui atau itu sedemikian rupa itu menjadi penting. Sering kali data itu dikembalikan," ucap Suharso.

2. Suharso ajak kepala daerah bersama-sama mengentaskan kemiskinan

Menteri PPN Ungkap Banyak Daerah Memanipulasi Data KemiskinanIlustrasi kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)

Terlepas dari hal itu, Suharso mengajak kepala daerah maupun Bappeda untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan. Apalagi, kondisi saat ini tantangan untuk menurunkan kemiskinan semakin berat.

"Kita harus bersama-sama membasmi kemiskinan absolut. Tetapi yang terjadi sekarang terjadi kenaikan secara melambat. Ini yang harus kita tekan bahkan sampai dengan 0 (persen)," dia menegaskan.

3. Kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan

Menteri PPN Ungkap Banyak Daerah Memanipulasi Data KemiskinanIlustrasi warga terkena angka kemiskinan (IDN Times/Dokumen)

Badan Pusat Statistik mencatat angka kemiskinan pada September 2019 sebesar 24,79 juta orang atau 9,22 persen. Capaian tersebut turun 0,19 persen dibanding Maret 2019 yang sebesar 9,41 persen.

"Jumlah penduduk miskinnya Maret ke September turun 360 ribu orang dan turun 880 ribu orang dibanding September 2018," kata Kepala BPS Suhariyanto.

Kendati turun, lanjut Suhariyanto, masih ada disparitas yang cukup tinggi antara kemiskinan di desa dan kota. Data BPS mencatat persentase kemiskinan di perkotaan pada September 2019 adalah sebesar 6,56 persen atau 9,86 juta orang. Sementara itu kemiskinan di pedesaan sebesar 12,60 persen atau 14,93 juta orang. 

"Kita perlu berupaya lebih keras lagi menurunkan kemiskinan di pedesaan. Kalau mayoritas penduduk di pertanian," ucap dia. 

Baca Juga: Menteri Bappenas Prediksi Angka Kemiskinan Capai 10 Persen di 2020 

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya