Lapangan Kerja Tak Dijamin dalam Program Kartu Prakerja

Namun pemerintah menjamin keterampilannya

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan bahwa dalam program Kartu Prakerja, pemerintah tidak menjamin lapangan pekerjaannya. Namun, kata dia, pemerintah menjamin keterampilan dari para pencari kerja agar bisa memenuhi kebutuhan industrinya.

"Kalau menjamin sepenuhnya itu tergantung pasar ya. Karena ini market ya. tanggung jawab pemerintah adalah menyiapkan mereka-mereka ini untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Jangan sampai nanti ada lowongan pekerjaan tapi gak ada skill. Tugas pemerintah menyiapkan mereka," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (29/4).

1. Targetkan 2 juta peserta dalam tahap pertama

Lapangan Kerja Tak Dijamin dalam Program Kartu Prakerja(Ilustrasi para pencari kerja di acara Job Fair) IDN Times/Fitang Budi Aditia

Untuk tahap pertama, lanjutnya, pemerintah menargetkan 2 juta peserta dalam program Kartu Prakerja. Terkait anggaran yang disiapkan, nantinya bervariasi. Sebab, biaya kursus memiliki besaran yang berbeda.

"Nanti berapa sebenarnya krusus itu? ini kan variabel ya. Kayak Capuccino tadi sampai dia lulus itu Rp1,5 juta. Mungkin bisa juga berbeda nanti kursus yang happy truck seumpama, mungkin agak naik sedikit. Ini sedang cari formulanya apakah ambil rata-rata atau ambil per clusteran. Ini sedang didetailkan," ungkap Moeldoko.

Baca Juga: Ekonom Sebut Kebijakan Kartu Pra Kerja Jokowi Kecepetan!

2. Pemerintah mau gandeng fintech salurkan insentif?

Lapangan Kerja Tak Dijamin dalam Program Kartu PrakerjaIDN Times/Arief Rahmat

Selain itu, kata Moeldoko, pemerintah berencana untuk menggandeng fintech seperti Dana hingga GoPay untuk penyaluran insentif. Namun, dirinya belum bisa menjelaskan secara detail.

"Itu terlalu teknis," kata dia.

Moeldoko juga menyebut bahwa pemerintah bakal bekerja sama dengan platform seperti Gojek, Bukalapak hingga Tokopedia untuk menseleksi penyelenggara kursus yang sesuai.

"Nanti dari platform itulah kita minta bantuan ke mereka untuk bisa menyeleksi penyelenggara kursus mana yang bagus. Penyedia jasa juga bisa memberikan informasi. Semua akan dikelola PMO," ungkapnya.

3. Bakal diberi insentif 3 bulan

Lapangan Kerja Tak Dijamin dalam Program Kartu PrakerjaDN Times/Fitang Budi Aditia

Seperti diketahui, nantinya perserta program Kartu Prakerja bakal mendapat 'gaji' dari pemerintah sebesar Rp300 - Rp500 ribu per bulannya. Ketentuan itu hanya berlaku tiga bulan atau batas dari program tersebut.

"Sambil mencari pekerjaan pemerintah akan menyiapkan insentif kurang lebih Rp300 - Rp500 ribu paling lama 3 bulan. Harapannya setelah kursus atau pelatihan dia mendapat pekerjaan. Nah itu yang dimaksud Kartu Prakerja," tegasnya.

Baca Juga: Pengangguran Cuma Satu Kali Boleh Ikut Program Kartu Pra Kerja

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya