Comscore Tracker

Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangganya Memburuk

Gegara COVID-19!

Jakarta, IDN Times - Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei kepada 1.203 responden terkait persepsi publik, salah satunya tentang kondisi ekonomi rumah tangga sekarang dibanding sebelum wabah COVID-19.

Dikutip IDN Times dari hasil survei tersebut, Selasa (11/8/2020), sebanyak 69 persen responden menganggap kondisi ekonomi rumah tangganya lebih buruk.

1. Kondisi ekonomi rumah tangga yang memburuk meningkat dibanding sebelum COVID-19

Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangganya Memburuk(Ilustrasi pertumbuhan ekonomi) IDN Times/Arief Rahmat

Hasil survei tersebut, meningkat dibandingkan kondisi pada awal pandemik COVID-19 yang penilaiannya hanya 38 persen.

Sementara itu, sebanyak 18 persen responden merasa tak ada perubahan terhadap kondisi ekonomi mereka. Sedangkan yang menganggap ekonominya lebih baik hanya 12 persen.

Baca Juga: Survei SMRC: 77 Persen Warga Terancam Hilang Pemasukan Akibat COVID-19

2. Ekonomi nasional masyarakat dinilai semakin buruk

Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangganya MemburukIlustrasi Pertumbuhan Ekonomi turun (IDN Times/Arief Rahmat)

Terkait kondisi ekonomi nasional, 87 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I 2020 sebesar 2,97 persen. Kemudian di triwulan II 2020 ekonomi Indonesia terkontraksi atau tumbuh minus 5,32 persen.

3. Survei SMRC dilakukan pada 1.203 responden

Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangganya Memburukunsplash.com/Macau Photo Agency

Survei SMRC dilakukan pada 29 Juli hingga1 Agustus 2020 melalui wawancara telepon kepada 1.203 responden yang terpilih secara random. Responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Sedangkan, margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

Sampel hasil survei divalidasi dengan membandingkan komposisi demografi sampel dan populasi hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS). Demografi tersebut meliputi provinsi, gender, desa-kota, umur, etnis, dan agama.

Baca Juga: SMRC: 42 Persen Warga Setuju RUU Ciptaker Buka Lapangan Pekerjaan

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya