Comscore Tracker

Bank Dunia Minta G20 Tak Persulit Ekspor untuk Atasi Virus Corona 

Barang penangan COVID-19 harus dipermudah

Jakarta, IDN Times - Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu meminta negara-negara yang tergabung dalam G20 tidak melakukan pembatasan ekspor kebutuhan untuk mengatasi pandemi virus corona. Seperti alat kesehatan, makanan dan produk lainnya.

"Ketika langkah-langkah darurat semacam itu diterapkan, mereka (negara anggota G20) harus ditargetkan, transparan, proporsional dengan kebutuhan darurat, dan terikat waktu," kata Mari dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Bank Dunia, Selasa (31/3).

1. Pengurangan tarif impor

Bank Dunia Minta G20 Tak Persulit Ekspor untuk Atasi Virus Corona Ilustrasi impor (IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: Bank Dunia Siapkan Dana Rp170 Triliun untuk Bantu Atasi Virus Corona

Mari juga meminta agar ada pengurangan tarif impor untuk produk-produk penanganan COVID-19, serta menurunkan atau menunda sementara tarif pajak dan ekspor atas makanan dan barang-barang pokok lainnya.

"Ini untuk melindungi pendapatan rumah tangga dan aktivitas bisnis," katanya.

2. Permudah akses alat penanganan COVID-19

Bank Dunia Minta G20 Tak Persulit Ekspor untuk Atasi Virus Corona Ilustrasi APD tenaga medis (IDN Times/Dokumen)

Menteri Perdagangan Indonesia ke-30 ini juga mengimbau agar pemerintah negara anggota G20 tidak mempersulit masuknya produk-produk penanganan COVID-19.

"Pastikan bahwa produk-produk penting dapat melintasi perbatasan dengan aman, dengan memastikan kesinambungan izin agen perbatasan untuk pasokan kritis dan transportasi serta logistik penting," ujar Mari.

Selain itu, Mari juga berpesan agar pemerintah mengamankan akses berkelanjutan ke pembiayaan modal dan perdagangan ke perusahaan menengah, kecil dan mikro (UMKM)

3. Virus corona lebih buruk dari krisis 2008

Bank Dunia Minta G20 Tak Persulit Ekspor untuk Atasi Virus Corona IDN Times/Arief Rahmat

Pada pidatonya itu, Mari juga menyebut pandemi virus corona melebihi krisis keuangan global di tahun 2008.

"Kita menghadapi goncangan merugikan yang paling signifikan yang pernah dialami dunia dalam sejarah pasca-perang, dengan dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Mari.

Baca Juga: Dua Pegawai Bank Dunia Positif Terinfeksi Virus Corona  

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya