Comscore Tracker

Bantu Palestina, Indonesia Kurangi Tarif Masuk Barang-barang Ini

Ekonomi Palestina semoga bisa makin membaik ya

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Indonesia serius dalam mendukung Palestina sebagai negara merdeka. Dukungan itu diwujudkan dalam penandatanganan Pengaturan Pelaksanaan atau implementing Arrangement (IA) pada Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemberian preferensi penghapusan tarif bea masuk nol persen.

Hasil dari kerja sama ini adalah kemudahan impor-ekspor kedua negara untuk barang-barang yang dibutuhkan. Apa saja?

1. Kurma dan minyak zaitun bebas biaya masuk

Bantu Palestina, Indonesia Kurangi Tarif Masuk Barang-barang IniUnsplash/Tim Chow

Dengan adanya IA itu, nantinya barang ekspor dari Palestina, yakni kurma dan minyak zaitun, akan bebas masuk. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo menyebut kurma yang bebas biaya masuk adalah kurma segar dan kurma kering.

“Ada dua (yang diekspor), minyak murni zaitun dan kurma fresh and dry,” kata Iman di Gedung Kementerian Perdagangan, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (6/8).

2. Kemudahan ekspor-impor untuk barang-barang yang dibutuhkan Palestina

Bantu Palestina, Indonesia Kurangi Tarif Masuk Barang-barang IniIDN Times/Helmi Shemi

Sementara untuk barang-barang yang akan diimpor ke Palestina, Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita masih menunggu daftar barang yang dibutuhkan Palestina. Nantinya barang-barang yang diimpor.

Iman menambahkan, dalam 2-3 bulan terakhir Palestina datang membahas hal tersebut. Ke depannya, ekspor-impor kedua negara akan lebih dinamis dalam bentuk Preferential Trade Agreement (PTA).

Untuk kamu ketahui, PTA adalah akses istimewa ke produk-produk tertentu dari negara-negara yang berpartisipasi. Ini dilakukan dengan mengurangi tarif tetapi tidak dengan menghapusnya sepenuhnya.

“Kita kira yang mereka perlukan lagi apa. Karena in return kita juga akan sampaikan kepada mereka kita tertarik untuk apa. Jadi yang berikutnya nanti lebih 2 arah, yang sekarang baru 1 arah kan. Dan dikemas dalam bentu Preferential Trade Agreement, dan itukan bisa dibatasi cost tarifnya sejumlah tertentu yang disepakati oleh para pihak,” jelas Iman. “Begitu kita dapat listnya, kita akan sampaikan draft PTA-nya, sudah kita siapkan,” imbuh Iman.

Baca Juga: Bertemu Mike Pompeo, Menlu Retno Singgung Palestina

3. Barang-barang yang dibutuhkan Palestina

Bantu Palestina, Indonesia Kurangi Tarif Masuk Barang-barang Inimoulislegal.com

Sementara menunggu daftar barang-barang yang dibutuhkan untuk kemudian dibentuk PTA, Iman mengungkapkan ada beberap barang yang pernah disebut Palestina untuk diimpor ke negara mereka.

Barang-barang itu yakni mi instan, biskuit, dan makanan jadi lainnya. Selain itu ada juga seperti pakaian dan semen.

“Kayak mi instan pernah disebut sih (diminta impor). Lalu biskuit, jenis-jenis makanan di sana banyak diminati. Cenderung banyak makanan. Memang ada kebutuhan lain bukan makanan tapi belum disebut mereka. Bisa pakaian, semen, dan lain-lain,” ungkapnya.

Kenapa dalam bentuk makanan jadi? Mendag Enggar mengatakan, Palestina yang sedang konflik sulit mengolah barang atau makanan yang mentah.

“Karena mereka sulit mengolah, karena air saja harus minta izin di sana. Lebih cendreung ke barang jadi, apa yang mereka butuh kita siap kirim,” pungkas Enggar.

Baca Juga: Alhamdulillah, Indonesia Bebaskan Tarif Ekspor untuk Palestina

Line IDN Times

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You