Comscore Tracker

Dahlan Iskan: Kinerja Ahok sebagai Komut Pertamina Bakal Sulit Dinilai

Ahok juga akan sulit diberhentikan kalau ada masalah

Jakarta, IDN Times - Eks Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan kinerja seorang komisaris sangat sulit dinilai atau diukur.

"Sulit menilai kemampuan seorang komisaris," kata Dahlan dalam blognya disway.id, Senin (25/11).

Dalam tulisannya itu, Dahlan membahas Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina dan masalah yang mungkin ia hadapi dalam menjadi komisaris.

1. Tugas Ahok tidak seberat menjadi direktur utama

Dahlan Iskan: Kinerja Ahok sebagai Komut Pertamina Bakal Sulit DinilaiIDN Times/Dhana Kencana

Pria yang akrab disapa Ahok itu sempat dikabarkan akan menjabat sebagai direktur utama (Dirut) Pertamina meski akhirnya Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Menurut Dahlan, tugas Ahok menjadi komut tidak akan sesulit seperti menjadi dirut.

"Pekerjaan komut adalah pengawas. Mengawasi direksi. Ia mengawasi. Bukan menjalankan. Yang menjalankan perusahaan adalah direksi," katanya.

Baca Juga: [BREAKING] Tiba di Kementerian BUMN, Ahok Terima SK Komut Pertamina

2. Publik tidak akan tahu kinerja Ahok

Dahlan Iskan: Kinerja Ahok sebagai Komut Pertamina Bakal Sulit DinilaiIDN Times/Fitria Madia

Dahlan mengatakan publik tidak akan tahu bagaimana kinerja Ahok. Jika pun ada yang tahu, hanya ada segelintir orang termasuk internal Pertamina.

"Hanya kadang saja bocor sampai bawahan. Bisa juga bocor sampai anggota DPR," katanya.

3. Sulitnya memberhentikan komisaris jika ada masalah

Dahlan Iskan: Kinerja Ahok sebagai Komut Pertamina Bakal Sulit DinilaiIDN Times/Auriga Agustina

Kinerja Ahok sebagai komisaris dapat dinilai dapat dinilai dari harmonis-tidaknya hubungan dengan direksi. Jika komisaris dan direksi harmonis, maka perusahaan akan cepat mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.

Jika ada ketidakharmonisan yang berasal dari direksi maka komisaris berhak memberhentikan direksi. "Tapi kalau sumbernya komisaris lebih sulit. Tidak ada wewenang direksi untuk memberhentikan komisaris," kata Dahlan.

"Direksi biasanya juga tidak berani melaporkan komisaris ke pemegang saham. Kalau tidak sangat keterlaluan," imbuh Dahlan.

Baca Juga: Dahlan Iskan Blak-blakan 3 Masalah yang Dihadapi Ahok sebagai Komut

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya