Duh, Defisit Energi Menghantui Indonesia Mulai 2021

Bukan hanya minyak saja yang mengalami defisit

Jakarta, IDN Times – Fakta bahwa Indonesia defisit migas tidak bisa dipandang sebelah mata. Kebutuhan migas jauh lebih tinggi dibandingkan produksi terjadi sejak 2008 hingga saat ini. Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri bahkan menyebut defisit minyak total terjadi sejak 2003.

“Syukur gas masih surplus, namun tak lagi bisa menutupi defisit minyak. Defisit migas mulai terjadi pada 2012,” kata Faisal dalam diskusi daring Indef, Minggu (28/7).   

Baca Juga: Impor Migas Tinggi, Jokowi Ingatkan Jonan dan Rini

1. Indonesia akan segera krisis energi

Duh, Defisit Energi Menghantui Indonesia Mulai 2021IDN Times / Helmi Shemi

Bicara energi secara umum, kata Faisal Indonesia sejauh ini masih surplus karena ditolong batu bara. Pada 2018 ekspor batu bara mencapai US$20,6 miliar, sehingga transaksi energi secara keseluruhan masih surplus US$8,2 miliar

“Namun, kita harus waspada, karena defisit energi sudah di depan mata. Mulai 2021 diperkirakan kita sudah mengalami defisit energi,” kata Faisal.

2. Jika tidak melakukan apa-apa, defisit energi Indonesia akan semakin besar

Duh, Defisit Energi Menghantui Indonesia Mulai 2021IDN Times/ Helmi Shemi

Kalau Indonesia tidak melakukan apa-apa, defisit energi akan semakin besar. Faisal menyebut nilainya bisa mencapai US$80 miliar atau 3 persen PDB pada 2040.

“Skenario di atas bertolak dari 2 faktor utama. Pertama, konsusmi energi Indonesia yang sekarang nomor 4 terbesar di antara emerging markets, tumbuh cukup tinggi yakni 4,9 persen tahun 2018 dan pertumbuhan penduduk masih di atas 1 persen. Kedua, produksi energi kita, terutama minyak dan gas, turun secara konsisten,” papar Faisal.

3. Padahal dulu Indonesia jadi pengekspor minyak dunia

Duh, Defisit Energi Menghantui Indonesia Mulai 2021ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Kalau melihat sejarah migas, Indonesia pernah menjadi negara pengekspor minyak terkemuka dan pengekspor gas alam terbesar di dunia.

“Namun sejak 2013 kita mengalami defisit minyak mentah. Artinya sejak 2013, impor minyak mentah lebih besar dari ekspor minyak mentah. Defisit BBM sudah jauh lebih lama, yaitu sejak 1996,” ujar Faisal.

Baca Juga: Bagaimana Cara Agar Migas Indonesia Bisa Dikelola dengan Maksimal? 

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya