Comscore Tracker

Erick Thohir: Bismillah Vaksin Merah Putih Ada di 2022 

Erick mengaku sayang uang jika Indonesia terus beli vaksin

Jakarta, IDN Times - Menteri BUMN Erick Thohir berharap vaksin COVID-19 buatan Indonesia, Merah Putih akan hadir di 2022 hingga 2023. Erick optimistis vaksin Merah Putih bisa hadir pada rentang waktu tersebut meski belum ada uji klinis hingga saat ini.

"Mudah-mudahan di tahun 2022 atau 2023 ya kita punya (vaksin), bismillah bisa," kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (20/1/2021).

1. Sayang uang negara jika dibelanjakan untuk vaksin dari negara lain

Erick Thohir: Bismillah Vaksin Merah Putih Ada di 2022 Menteri BUMN Erick Thohir (Dok. IDN Times)

Erick menyatakan dengan adanya vaksin Merah Putih maka akan menghemat uang negara. Pada tahun ini misalnya, Indonesia harus merogoh kocek Rp70 triliun untuk belanja vaksin dari luar negeri.

"Sayang sekali Rp70 triliun keluar terus ke luar negeri. Kami serius dan Bio Farma terus pantau vaksin Merah Putih," ucapnya.

Baca Juga: Vaksin Merah Putih vs Vaksin Sinovac, Apa Bedanya?

2. Bekerja sama dengan sejumlah universitas

Erick Thohir: Bismillah Vaksin Merah Putih Ada di 2022 bospedia.com

Dalam pembuatan vaksin Merah Putih, pemerintah juga menggandeng sejumlah universitas. Seperti Universitas Indonesia (UI), Institute Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gaja Mada (UGM), dan Universitas Padjajaran (Unpad).

"Untuk UGM dan Unpad memakai protein rekombinan. Kalau Unair lbh ke viral vactor. Untuk UI lebih tinggi, dia pakai mRNA," kata Erick.

3. Perkembangan vaksin Merah Putih

Erick Thohir: Bismillah Vaksin Merah Putih Ada di 2022 Public Expose GeNose. (IDN Times/Indiana Malia)

Diberitakan sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro mengatakan vaksin Merah Putih yang diproduksi di dalam negeri mengalami perkembangan cukup signifikan. Bibit vaksin Merah Putih rencananya akan diserahkan ke Bio Farma pada Maret 2021.

Bibit vaksin yang diberikan ke Bio Farma menggunakan platform protein rekombinan. Bibit vaksin itu sudah lebih dulu diteliti oleh Lembaga Eijkman.

Ia menjelaskan domain Kemenristek hanya hingga di tahap pengembangan vaksin. Sementara, tahapan selanjutnya hingga produksi menjadi domain Bio Farma dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga: Vaksin Merah Putih Tidak Masuk Program 2021, Ini Alasan Bio Farma 

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya