IHSG 3 September Ditutup Melemah, Apa Penyebabnya?

9 sektor pun ikut tergerus

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 31,157 poin atau 0,59 persen, ke level 5.280,813 pada perdagangan Kamis (3/9/2020). Sebanyak 137 saham menguat, 306 saham melemah, dan 148 saham tidak mengalami perubahan.

Adapun investor membukukan transaksi sebesar Rp8,547 triliun pada perdagangan hari ini, dengan volume transaksi sebesar 16,345 miliar lembar saham dan frekuensi sebanyak 678,656 kali.

1. Semua saham unggulan melemah

IHSG 3 September Ditutup Melemah, Apa Penyebabnya?ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Dilansir dari IDX, semua saham unggulan ikut menurun. Mulai dari LQ45 yang turun 1 persen menjadi 834,738. IDX30 turun 0,99 persen menjadi 456,985. IDX80 turun 1,02 persen menjadi 118,502. IDXQ30 turun 0,74 persen menjadi 133,134, dan IDXV30 turun 0,73 persen menjadi 111,011.

Baca Juga: 4 Instrumen Investasi untuk Millennial, Cek Risiko dan Keuntungannya

2. Sebab IHSG memerah

IHSG 3 September Ditutup Melemah, Apa Penyebabnya?ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Memerahnya IHSG hari ini disebabkan dua hal yakni aksi jual investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp840,46 miliar. Dan yang kedua disebabkan deflasi Indonesia.

"Hari ini minim data makroekonomi domestik maupun global yang memberikan high positive impact terhadap pasar," kata Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama seperti dikutip ANTARA, Kamis (3/9/2020).

3. Sektor-sektor yang tergerus karena jatuhnya IHSG

IHSG 3 September Ditutup Melemah, Apa Penyebabnya?Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (15/7/2020) (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Secara sektoral, sembilan sektor terkoreksi. Pertama yakni sektor aneka industri turun paling dalam yaitu minus 2,03 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor industri dasar masing-masing minus 1,34 persen dan minus 1,07 persen. Sedangkan satu sektor naik yaitu sektor perdagangan sebesar 0,41 persen.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Jouska, Ini Tips Investasi Saham yang Sehat

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya