Comscore Tracker

IHSG Betah di Zona Merah hingga Penutupan

Ada yang sempat cut-loss atau justru malah serok tipis?

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona merah hampir sepanjang hari ini. Dibuka melemah tipis, IHSG sempat menguat pada awal perdagangan meski tidak banyak.

Namun belum sejam perdagangan, IHSG kembali merosot, bahkan hingga penutupan. IHSG akhirnya kandas pada level 6.052,5 atau melemah 33,7 poin atau 0,55 persen.

Baca Juga: Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.084,7

1. Pergerakan IHSG hari ini

IHSG Betah di Zona Merah hingga PenutupanPekerja memfoto layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Dilansir dari RTI, level terendah IHSG hari ini berada pada 6.031,8. Sedangkan, level tertinggi IHSG berada pada 6.096,9 pada awal perdagangan.

Secara keseluruhan, investor membukukan transaksi Rp9,3 triliun dengan volume transaksi 17,5 miliar lembar saham dan frekuensi 995 ribu kali. Sebanyak 204 saham menguat, 271 melemah dan 169 tidak mengalami perubahan.

2. Pergerakan indeks saham

IHSG Betah di Zona Merah hingga PenutupanIlustrasi IHSG (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Menguatnya IHSG pada penutupan hari ini tidak diikuti naiknya mayoritas saham unggulan yang justru melemah. Berikut daftarnya:

LQ45 melemah 0,50 persen menjadi 903,151
IDX30 melemah 0,57 persen menjadi 480,615
IDX80 melemah 0,55 persen menjadi 129,842
IDXESGL melemah 0,34 persen menjadi 133,292
IDXQ30 melemah 0,47 persen menjadi 139,371

Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Dilakukan pada Investasi Saham Saat IHSG Turun

3. Saham-saham yang cuan dan melemah

IHSG Betah di Zona Merah hingga PenutupanDok. Jasa Marga

Berdasarkan data Binaartha Sekuritas, ada sejumlah saham yang mencatatkan penguatan tertinggi pada hari ini. Di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, Bank Tabungan Negara, Jasa Marga, dan PT Pembangunan Perumahan.

Sementara lima saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Erajaya Swasembada, Indocement Tunggal Prakarsa, dan Sarana Menara Nusantara.

Baca Juga: Tips Investasi Saham agar Bisa Jadi Tabungan Pendidikan Anak 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya