Comscore Tracker

IHSG Bisa Tembus Level 6.000, Siap-siap Beli Saham! 

Dalam sebulan terakhir IHSG stagnan di level 6.500-6.600

Jakarta, IDN Times - Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa turun ke level 6.000 di tahun ini. Meski begitu, IHSG tetap berpotensi bisa menembus level 6.800 tahun ini.

"Namun koreksi mungkin bisa menyentuh angka 6.000 dan ini adalah angka yang baik untuk buyback," kata Sutopo kepada IDN Times, Jumat (28/1/2022).

1. IHSG stagnan di level 6.500-6.600

IHSG Bisa Tembus Level 6.000, Siap-siap Beli Saham! Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo (Dok. Istimewa)

Berdasarkan data RTI, IHSG cenderung stagnan di level 6.500-6.600 pada bulan ini. IHSG memang sempat menembus level 6.700, namun tidak berlangsung lama dan kembali turun ke level 6.600an.

Pada perdagangan hari ini misalnya, IHSG ditutup menguat 34,3 poin atau 0,52 persen ke level 6.645,5. Dan pada awal pekan ini, atau Senin 24 Januari 2022 IHSG ditutup melemah 71,2 poin atau 1,06 persen ke level 6.655,1.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini 6 Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham

2. Penyebab stagnannya IHSG

IHSG Bisa Tembus Level 6.000, Siap-siap Beli Saham! Ilustrasi IHSG (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Sutopo menilai penyebab stagnannya IHSG adalah karena harga saham global rata-rata buble and over value, dan sudah memasuki fase koreksi karena rencana pengetatan Fed dan bank sentral lainnya. Juga rencana kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi mendorong pelemahan sebagian besar saham global.

"Mengingat krisis energi masih berlaku dan memasuki energi hijau masih butuh biaya dan waktu panjang, maka pertambangan khususnya batu bara masih cukup bagus," ucapnya.

3. IHSG bisa terkoreksi seperti saham dunia lainnya

IHSG Bisa Tembus Level 6.000, Siap-siap Beli Saham! Ilustrasi Saham Syariah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Nasib IHSG ini disebutnya bakal mirip seperti saham-saham lainnya di dunia yang sedang terkoreksi. Beruntungnya, IHSG masih tertolong oleh saham-saham perbankan dan pertambangan.

"Indeks acuan S/P500, Nasdaq ataupun Dow semuanya sudah memasuki fase koreksi, yang membuat IHSG bertahan dalam kisaran saat ini," kata Sutopo.

Baca Juga: Mengenal 4 Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen, Apa Saja? 

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya