Comscore Tracker

Jeritan Pedagang Pasar Cipadu di Tengah Pandemik COVID-19

Penjualan para pedagang anjlok hingga 90 persen

Jakarta, IDN Times - Suasana tak biasa begitu terasa di Pasar Cipadu, Tangerang. Pasar yang terkenal sebagai pusat tekstil ini nampak lebih tenang dibanding pada waktu normal. 

Pasar Cipadu ini tidak sedang 'sakit', melainkan sedang berjuang melawan pandemik COVID-19. Ya, para pedagang yang ada di pasar tersebut masih bertahan di tengah kondisi pandemik yang terjadi saat ini. Mereka harus tetap mencari nafkah meski situasi sedang tidak mendukung.

Wajar bila akhirnya pasar Cipadu menjadi begitu tenang. Bandingkan dengan waktu normal tanpa adanya pandemik COVID-19, pasar ini begitu padat bak lautan manusia. Kondisi itu nampaknya begitu dikenang oleh Asri, salah satu pengunjung yang ada di Pasar Cipadu. 

Kepada IDN Times, Asri mengenang kondisi pasar Cipadu di situasi normal. "Kalau sebelum COVID-19 kadang bisa macet, ramai deh. Apalagi kalau Sabtu-Minggu," katanya saat ditemui di Pasar Cipadu, Minggu (8/8/2021).

Baca Juga: Penyedia Jasa Dekorasi Putar Otak Pertahankan Bisnis di Masa PPKM 

1. Penjualan tekstil atau kain turun hingga 90 persen

Jeritan Pedagang Pasar Cipadu di Tengah Pandemik COVID-19Kondisi pasar tekstil atau bahan Cipadu saat pandemik COVID-19 dan PPKM level 4 (IDN Times/Shemi)

Asri, bukan satu-satunya yang mengenang kondisi Pasar Cipadu saat sebelum pandemik. Kris, salah seorang pedagang di Pasar Cipadu, juga ikut mengenang masa-masa tersebut. Bagi Kris, penjualan di masa sebelum pandemik merupakan berkah yang dia dan rekan-rekan pedagang tekstil lainnya syukuri.

Sayang, pandemik COVID-19 kemudian mengubah kondisi tersebut 180 derajat. Kini, mendapatkan pelanggan bak mencari jarum di tumpukan jerami.

Menurutnya, kesulitan tersebut merupakan imbas dari kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Kebanyakan orang beli ngecer, total lumayan kalau lagi musim nikahan, wisuda gitu. Kalau sekarang saja susah, jadi pasti ngaruh banget ke penjualan," ungkap pria yang sudah berjualan sejak 2005 ini.

Senada dengan Kris, pedagang tekstil lain bernama Ilham mengatakan bahwa pihaknya juga merasakan penurunan penjualan yang signifikan. Dia menyampaikan bahwa penjualan gorden miliknya turun 85 persen saat pandemik COVID-19 ini. Kerugian ini menjadi cukup besar sejak terakhir kali terjadi di Tanah Abang, pada 2004.

"Saya pindah dari Tanah Abang pas kebakaran 2004, pandemik 2 tahun ini paling parah. Tapi di sini alhamdulillah masih bisa buka, gak ada yang tutup," ujar Ilham.

Baca Juga: Gegara PPKM Darurat, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung

2. Pilih ambil untung tipis

Jeritan Pedagang Pasar Cipadu di Tengah Pandemik COVID-19Kondisi pasar tekstil atau bahan Cipadu saat pandemik COVID-19 dan PPKM level 4 (IDN Times/Shemi)

Kris juga mengatakan sekarang ini dirinya hanya mengambil untung tipis dari penjualannya. Ia menerima berapapun tawaran pembeli asal tidak masuk hitungan rugi.

"Kalau kita istilahnya pengelaris  itu ya buat makan sehari-hari aja. Karena orang mikir buat perut, orang nawar berapapun asal lebih dikit kita kasih. Yang penting gak rugi," kata Kris.

Sementara Ilham dengan empat orang karyawannya mengaku sekarang ini tidak bisa ambil untung banyak. Bahkan ia tidak mengurangi karyawannya meski penghasilannya turun.

"Meski susah jangan sampai karyawan dikurangi. Sama-sama senang dan sama-sama susah," katanya.

3. Minim bantuan dari pemerintah untuk pedagang

Jeritan Pedagang Pasar Cipadu di Tengah Pandemik COVID-19Kondisi pasar tekstil atau bahan Cipadu saat pandemik COVID-19 dan PPKM level 4 (IDN Times/Shemi)

Di tengah kondisi sulit saat ini, banyak pedagang yang mengungkapkan bahwa mereka tak mendapat bantuan dari pemerintah. Sekalinya ada, bantuan itu hanya berupa sembako dan diberikan sekali saja.

"Bantuan dari pemerintah gak dapat. Kalau yg duit-duit itu gak dapat. Cuma sekali dapat sembako," kata Santoso.

Pedagang tekstil di Pasar Cipadu tidak berharap banyak pada kondisi seperti ini. Keempat pedagang yang diwawancara berharap pandemik COVID-19 bisa segera usai dan pegerakan masyarakat kembali normal.

"Yah harapan saya kayak biasa lagi, COVID-19-nya bisa

Baca Juga: Bingung Cari Ide Bisnis? 3 Bisnis Ini Bisa Laku Setiap Hari Lho!

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya